• Breaking News

    Friday, October 26, 2012

    Koalisi PDIP-PKS Bukti Deradikalisasi Ideologi Nasionalis-Religius Berhasil

    OPINI | Ada kemungkinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan dan Kesejahteraan (PKS) akan melakukan koalisi di Pilkada Jawa Barat 2013. Ahmad Heryawan yang sekarang menjadi incumbent akan dipasangkan dengan Rieke Dyah Pitaloka dari PDIP.

    Koalisi kedua partai ini menandakan adanya deradikalisasi kedua ideologi nasionalis dan religius yang selama ini dipertentangkan atau diadu satu sama lain. Walaupun begitu, koalisi kedua partai ini sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Dalam pilkada Payakumbuh misalnya pasangan yang diusung kedua partai ini behasil mengalahkan pasangan incumbent dari Partai Demokrat.

    Begitu juga dengan Joko Widodo yang menjadi ikon politik PDIP dan Gerindra di Pilkada Jakarta 2012, dulunya merupakan Walikota Solo yang juga diusung PKS. Bahkan dulunya juru kampanye untuk memenangkan Joko Widodo adalah Hidayat Nur Wahid yang notabene merupkan saingan Joko Widodo dalam pilkad Jakarta.
    Peluang ini akan membuka jalan bagi PDIP untuk meraup suara yang selama ini menjadi simpatisan PKS dan sebaliknya membuka peluang PKS untuk meluaskan kepengurusan mereka sampai ke desa-desa di wilayah-wilayah yang selama ini agak sudah untuk mendirikan partai PKS di wilayah tersebut seperti Indonesia bagian Tumur dan beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatera.

    PDIP juga telah mengalami deradikalisasi ideologi yang selama ini dikuasasi oleh kaum militan yang 'ngebet' menjadikan partai ini untuk menghantam orang-orang religius dan menutup jalan politik mereka. Partai ini bhkan mempunyai underbow bernama Baitul Muslimin Indonesia (BMI) yang belakangan ini ikut dalam kompetisi 'Fastabiqul Khairot' memajukan ummat.

    Beberapa petinggi PKS juga telah menunjukkan sikap ideologi nasionalis sejati yang membuat mereka makin diterima di kalangan minoritas. Kampanye hitam yang sering ditujukan kepada partai ini oleh partai-partai lain  maupun elemen underground seperti yang sering terlihat pada pra pemilu maupun pilkada sebagai 'distigma mendirikan negara agama' hanya tinggal menjadi omong kosong yang berbau hard feeling bernuansa SARA.



    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email