• Breaking News

    Tuesday, October 30, 2012

    Kristen Koptik Mesir Akan Pilih Paus Baru


    UMAT Kristen Koptik di Mesir akan memilih pengganti Paus Shenouda III yang meninggal dunia Maret Lalu sebagaimana dilaporkan BBC, Senin (29/10). Pemilihan akan dilakukan oleh Dewan Kristen Koptik yang akan memilih tiga nama dan menuliskannya di tiga kertas terpisah untuk diletakkan di dalam kotak altar Katedral St Mark di Kairo.

    Seorang anak dengan penutup mata akan diminta untuk memilih satu dari tiga nama tersebut pada 4 November dan nama terpilih itulah yang akan menjadu Paus baru. Tiga nama tersebut berasal dari lima kandidat yang terdiri dari dua uskup dan tiga pendeta.

    Kelimanya adalah

    -Pachomious al-Syriani, seorang pendeta dari Biara Paromeos di Wadi al-Natrun; saat ini menetap di Italia dan berusia 49 tahun
    -Uskup Raphael, seorang uskup tambahan di Kairo, ia adalah mantan asisten Paus sebelumnya; anggota Sinoda Suci Gereja yang merupakan otoritas tertinggi di Gereja Koptik dan berusia 58 tahun
    -Raphael Ava Mina, seorang pendeta dari Biara Mina dekat Alexandria, berusia 60 tahun
    -Seraphim al-Syriani, seorang pendeta dari Biara Paromeos, saat ini menetap di AS, berusia 53 tahun
    -Uskup Tawadros, seorang uskup tambahan yang merupakan pemimpin sementara Gereja Koptik, uskup Pachomios, anggota dari Sinoda Suci, berusia 60 tahun

    Gereja Koptik memiliki 16 juta anggota di seluruh dunia dan merupakan 10% dari populasi Mesir yang berjumlah 80 juta.
    Paus Shenouda III sendiri meninggal dunia pada usia 88 tahun pada 17 Maret akibat penyakit kanker.

    Hubungan Kristen dengan Umat Islam di Mesir terjalin harmonis sejak lama. Walaupun ada riak-riak yang mengganggu.

    Umat Kristen di Mesir menyakini keberadaan mereka dilindungi oleh Perjanjian Kudus (testamentum) yang 'ditandatangani' oleh Nabi Muhammad SAW. Piagam ini, yang dikenal juga bernama Achtiname of Muhammad ini, mengabulkan hak istimewa bagi para pendeta yang bermukin di Biara St Catherine di Gunung Sinai, Mesir.

    Terjemahan bebas isi dari piagam, yang juga disebut achtiname of Muhammad atau Piagam Anugerah St Catherine, ini diakui dibuat tahun 628 M itu adalah:

    Ini adalah pesan dari Muhammad bin Abdullah, sebagai perjanjian kepada mereka yang mengadopsi kekristenan, dekat dan jauh, kami bersama mereka.
    Saya Sesungguhnya, bersama para pelayan, pembantu, dan pengikut saya membela mereka, karena orang Kristen adalah warga saya, dan demi Allah! Saya berdiri melawan apa pun yang tidak menyenangkan mereka.
    Tidak boleh ada paksaan bagi mereka.
    Tidak boleh juga ada hakim mereka yang dihapus dari pekerjaan mereka atau tidak ada rahib mereka  yang dikeluarkan dari biara mereka.
    Tidak boleh ada yang menghancurkan rumah agama mereka, merusaknya, atau memindahkan apa-apa dari dalamnya  itu ke rumah umat Islam.
    Jika ada orang yang melanggar ini, ia akan merusak perjanjian Allah SWT dan tidak taat kepada Nabi-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan saya memiliki perjanjian keamanan terhadap semua yang mereka benci.
    Tidak boleh ada yang memaksa mereka untuk bepergian atau mewajibkan mereka untuk berperang.
    Kaum muslim harus berjuang untuk mereka.
    Jika seorang Kristen wanita menikah dengan seorang Muslim, tidak akan terjadi tanpa persetujuannya. Dia tidak harus dicegah dari mengunjungi gereja untuk berdoa.
    Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak harus dicegah dari memperbaiki bangunan itu maupun kesucian perjanjian-perjanjian mereka.
    Tidak boleh ada satu bangsa pun (dari umat Islam) untuk tidak mematuhi perjanjian sampai Hari Terakhir (hari kiamat).

    Nabi Muhammad SAW sendiri sangat dekat dengan warga Koptik. Salah satu anaknya, Ibrahim, yang meninggal di usia balita mempunyai ibu dari Koptik bernama Maria al-Qibtiyya atau Maria the Copt. Dia merupakan mantan budak yang dipersembahkan oleh pejabat Arab di Pemerintahan Bizantium bernama Muqawqis, yang menguasai Mesir dari ibukota di wilayah pantai pariwisata Aleksandria. Nabi SAW pernah megirim surat diplomatik ke Muqawqis.

    Tema politik agama terakhir di Mesir adalah saat pemerintah Mesir mengeluarkan penangkapan tujuh warga Kristen Koptik yang bermukim di Amerika Serikat karena keterlibatan mereka dalam sebuah video penghinaan kepada Islam baru-baru ini. Video itu telah menyebabkan huru-hara yang mengakibatkan seorang duta besar dan beberapa demonstran tewas dan ratusan luka-luka di seluruh dunia karena berjibaku dengan pihak kepolisian di negara masing-masing. Akibatnya juga, beberapa pemimpin dunia dicemooh karena berinisiatif untuk menyerukan perlunya peraturan anti penistaan agama untuk mengindari terulangnya kejadian semacam ini.

    Sumber:
    1. Umat Koptik Mesir akan memilih Paus
    2. Egypt orders arrest of US-based Copts over film


    3. Piagam anugerah

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email