• Breaking News

    Tuesday, October 23, 2012

    Teknologi Hijau di Teluk

    KONSEP lingkungan yang hijau dan pembangunan energi terbarukan ternyata juga menjadi tren di Teluk. Negara-negara GCC (Gulf Cooperation Council) berlomba untuk menghijaukakn kawasan padang pasir mereka.

    Beberapa perusahaan khusus untuk perhijauan, pengembangan teknologi ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan serta energi terbarukan didirikan. Untuk mewujudkan hal itu, lebih dari 30.000 delegasi dari 150 negara, direncanakan akan membahas tantangan bisnis, teknologi dan keuangan yang dibutuhkan untuk pembangunan berkelanjutan dalam sebuah acara global yang ditetapkan berlangsung di Abu Dhabi tahun depan. The Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) akan berlangsung dari 13-17 Januari, 2013.

    Dr Sultan Ahmed Al Jaber, CEO Masdar, perusahaan terkemuka setempat bidang pengembangan energi terbarukan, mengatakan "Abu Dhabi Sustainability Week bertujuan untuk menekankan momentum UEA sebagai pemimpin global yang diakui dalam pembangunan berkelanjutan melalui platform terbuka yang mendefinisikan lanskap global di masa depan untuk keberlanjutan dan mendorong investasi dan kemitraan untuk memberikan solusi."
    Dia menambahkan, "Minggu tersebut, dibangun di atas momentum yang diciptakan pada KTT Bumi Rio +20 di Brasil, terutama dalam memajukan Sustainable Development Goals (SDGs), yang akan memandu agenda keberlanjutan untuk 20 tahun ke depan. Delegasi UEA Rio +20 memainkan peran kunci dalam mengembangkan tujuan-tujuan yang banyak dipandang sebagai salah satu hasil yang paling penting dari konferensi itu," katanya sebagaimana dilansir tradearabia.com, Senin (17/9).

    Masdar, yang merupakan anak perusahaan Mubadala Development Company, berusaha mewujudkan tekad di bidang teknologi hijau dengan pembangunan Masdar City di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) dengan pelaksana Abu Dhabi Future Energy Company. Didesain oleh perusahaan arsitek Inggris, Foster and Partners, kota ini akan benar-benar digerakkan oleh energi matahari dan sumber-sumber energi terbarukan lainnya dengan konsep ekologi berkelanjutan (sustainable), tanpa karbon (zero-carbon) dan tanpa sampah (zero-waste).

    Kota senilai US$22 miliar ini akan dihuni oleh badan energi terbarukan dunia, International Renewable Energy Agency (IRENA) dan sudah dihuni oleh Masdar Institute of Science and Technology sejak September 2010.

    Selain UEA, beberapa negara teluk lainnya juga berlomba memasuki dunia bisnis terbarukan ini. Arab Saudi menyediakan US$109 miliar hanya untuk membangun solar power. Program ketahanan pangan Qatar, Qatar National Food Securiy Programme (QNFSP) membangun solar park untuk menggerakkan mesin penyulingan air laut untuk irigasi pertanian.

    Rencananya 10 persen kebutuhan energi seluruh Qatar, penghasil gas bumi terbesar di dunia ini, akan didapat dari energi surya. Untuk itu Qatar Electricity and Water (QEWC) dan Qatar Solar Technologies (QSTec) bersinergi membangun pabrik polycilicon sebagai bahan bakusolar photovoltaic (PV) senilai US$1,1 miliar di Ras Laffan Industrial City.

    Oman melalui Petroleum Development Oman (PDO), melakukan uji coba tenaga surya di lapangan minyak. Gedung World Trade Center (WTC) di Bahrain dilengkapi dengan turbin angin. Kuwait bahkan telah membangun stasiun pembangkit listrik matahari bekerja sama dengan Pan Arab Consulting Engineers (PACE) dan memiliki pabrik produk-produk energi surya (solar energy), Kuwait Solar Energy Engineering Factory.

    Selain pengembangan dan penerapan teknologi hijau, kawasan ini juga berlomba untuk menghijaukan padang pasir. The Emirates Environmental Group (EEG) telah menanam sejuta pohon dalam empat tahun terakhir di UEA. Dubaiforests.com meluncurkan program bayar kembali ke alam (pay back project), proyek penanaman pohon untuk mengimbangi perubahan iklim dan desertification.

    Qatar akan membuat hutan dan oasis buatan di padang pasirnya. Bahkan Arab Saudi telah memulai menanam jutaan pohon di sekitar Mekkah dan Medina sehingga jemaah haji dunia tidak lagi kepanasan saat melakukan ibadah karena bisa berteduh di pohon. Maka tak aneh ada anekdot, kiamat telah dekat, ketika padang arafah yang tandus dan gersang itu kini dipenuhi pepohonan dengan irigasi buatan.

    Menurut tradisi lokal, salah satu ciri kiamat kecil adalah ketika Padang Arafah menjadi hijau alias dipenuhi hutan.

    Walaupun begitu, penggunaan teknologi hijau dan terbarukan serta penghijauan lingkungan dianggap sebagai sebuah keniscayaan. "Saat ini, lebih dari sebelumnya, waktunya sekarang untuk membangun masa depan energi bersih melalui solusi komprehensif dan berorientasi pada aksi nyata.

    Di UAE, strategi energi terpadu dan komprehensif yang mencakup energi terbarukan, nuklir dan hidrokarbon akan menjadi dasar untuk pembangunan bangsa kami. Saya mendorong semua organisasi di UEA dan warga untuk bergabung dengan dialog penting yang akan berlangsung selama ADSW," kata Dr Al Jaber.

    http://www.jurnas.com/news/71327/Teluk_Bertekad_Kembangkan_Teknologi_Hijau/1/Internasional/Timur_Tengah

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email