• Breaking News

    Monday, November 5, 2012

    Airport BIL: “Bandara Pertama Di Indonesia tanpa APBN apalagi Utang LN"


    Pesawat Garuda Boeing 737-800 NG dengan nomor penerbangan GA 432, mendarat mulus di Bandara Internasional Lombok (BIL), sekitar pukul 10.15 WITA, setahun lalu, tepatnya 1 Oktober 2011.

    Pendaratan pesawat Garuda itu, merupakan pendaratan perdana, sekaligus menandai resminya operasional Bandara yang berlokasi di Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Bandara ini sekaligus dicatat sejarah pertama di Indonesia yang dibangun tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Presiden pun memberi apresiasi kerjasama PT Angkasa Pura (AP) I bekerja sama dengan Pemprov NTB dan Pemkab Loteng dalam membiayai BIL.

    BELUM lekang dari ingatan, detik-detik menjelang operasional BIL setahun lalu. Segudang keraguan menyelimuti pengoperasian Bandara yang sejak lama diidam-idamkan masyarakat NTB. Namun keraguan itu sirna ketika ‘’si burung besi’’ yang ditumpangi Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi,  Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, Kapolda NTB (waktu itu), Brigjen Pol Drs. Arif Wachyunadi serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama mendarat selamat di BIL.

    Gubernur pada kesempatan itu mengatakan, pendaratan perdana di BIL sebagai wujud keberhasilan perjuangan rakyat NTB untuk membangun daerahnya. Selanjutnya, NTB diharapkan dapat menjadi daerah yang maju dan bertaraf Internasional.

    Hal senada yang disampaikan, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Herry Bakti. Dia mengatakan, beroperasinya BIL merupakan keberhasilan bagi pemerintah dan masyarakat NTB. Keberhasilan itu hendaknya dapat dicontoh daerah lain di Indonesia. Betapa tidak, belum ada sinergi yang luar biasa antara pemerintah dengan masyarakat di provinsi lain seperti yang terjadi di NTB.

    “Terlebih, Pemprov NTB tidak menggunakan APBN dalam mewujudkan BIL. Selain itu, terjadi sinergi yang baik antara Pemprov NTB dan Pemkab Loteng dengan PT Angkasa Pura (AP). Saya berharap, keamanan BIL harus tetap dijaga agar arus transportasi udara berjalan lancar,” harapnya.

    Presiden Puji Konsep Pembangunan BIL

    Saat peresmian beroperasinya BIL, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji konsep pembangunan bandara yang melibatkan Pemda dan Pemkab setempat dalam hal pembiayaan. Konsep ini menurut Presiden perlu dicontoh daerah lain.

    Presiden SBY mengatakan, pembangunan proyek BIL menelan biaya sebesar Rp945,8 miliar dengan rincian anggaran PT Angkasa Pura I sebesar Rp795,8 miliar, dari Pemprov NTB sebesar  Rp110 miliar, dan Pemkab Loteng sebesar Rp40 miliar.

    Proyek pembangunan yang menghabiskan biaya kurang dari Rp1 triliun ini adalah proyek pembangunan yang pertamakali dalam sejarah pembangunan Bandara Internasional yang anggarannya langsung dari BUMN yang bersinergi dengan anggaran dari pemerintah daerah.

    Oleh Karena itu, presiden mengigatkan agar semua pihak turut serta merawat dan menjaga agar keberadaan BIL ini akan menjadi sebuah investasi yang memiliki prospek dalam menunjang perekonomian di daerah ini.

    Pada kesempatan yang sama, Presiden juga setuju jika BIL dijadikan embarkasi. Karena itu, dia meminta agar jajarannya dalam waktu tidak terlalu lama segera menyelesaikan dan membahas hal-hal teknis untuk penetapan Bandara sebagai embarkasi penuh.
       “Saya setuju kalau BIL menjadi embarkasi penuh, karena itu saya minta kepada Menteri Perhubungan segera mengurus dan menyelesaikan hal-hal teknis menyangkut penetapan itu,”ujar Presiden.

    Presiden menyampaikan, beroperasinya BIL tidak hanya menjadi kebanggan masyarakat Loteng dan NTB, akan tetapi menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Diketahui bersama, ikhtiar membangun BIL telah mulai sejak beberapa tahun lalu. Idealnya, penyelesaian Bandara yang menyedot dana sekitar Rp800 miliar lebih itu diselesaikan dalam waktu tiga tahun, tapi karena banyaknya hambatan membuat molor sampai lima tahun. Menurutnya, penyelesaian BIL tepat waktu karena dibarengi dengan peningkatan pertumbuhan jasa trasportasi penerbangan sampai 12 persen.

    Pun di NTB, terjadi peningkatan pertumbuhan jasa penerbangan yang begitu signifikan. Dengan beroperasinya BIL yang berkapasitas 3.000 penumpang per tahun, diharapkan seluruh akses penerbangan dapat dibuka secara luas. Tidak sampai disitu, menanggapi permintaan Gubernur dan masyarakat yang ingin agar BIL menjadi embarkasi maka pihaknya setuju dan bersedia membantu memperpanjang landasan pacu Bandara dari 2.750 menjadi 3.000  meter agar bisa didarati pesawat Boeing 747 dan sejenisnya yang biasa digunakan untuk embarkasi haji. “Kami bersedia membantu untuk memperpanjang run way,” ujarnya.

    Sambil menunggu janji  perpanjangan runway menjadi 3.000 meter, namun perjuangan menjadi embarkasi itupun kini sudah terlaksana dengan menggunakan Airbus.

    Presiden, SBY, mengatakan, hadirnya masyarakat NTB yang setiap hari mencapai seribu orang menyaksikan pesawat take off dan landing merupakan bentuk kebahagiaan  kehadiran Bandara yang diidam-idamkan di daerahnya. Presiden pun meminta pihak PT AP I bersama BUMN  agar membangun tempat khusus atau taman wisata bagi mereka. Di tempat itu, dapat digunakan masyarakat untuk melihat turun dan terbang pesawat yang dilengkapi tempat berjualan dan lain sebagainya.

    “Biarkan mereka merasakan rasa syukur dan gembira dengan kehadiran BIL yang sudah mereka tunggu-tunggu puluhan tahun. Bangunkan mereka tempat khusus. Itulah namanya pembangunan untuk rakyat. Tata dengan baik bandara ini, pelihara dan rawatlah. Segera perindah lingkungan bandara. Saya akan menyumbang 10 ribu pohon untuk penghijauan Bandara ini,” katanya.

    Menteri Perhubungan, EE Mangindaan, menyampaikan keinginannya segera berkoordinasi dengan Menteri Agama untuk membahas embarkasi. Ia bersama jajarannya segera rapat menyiapkan hal-hal teknis yang perlu disiapkan. “Sepulang dari sini, saya bersama jajaran saya akan rapat soal ini (embarkasi), ini akan menjadi program 100 hari masa kepemimpinan saya,” tandasnya.

    Mengenai perpanjangan landasan pacu, pihaknya juga dalam waktu dekat segera membabasnya bersama pihak PT AP selaku pelaksana proyek. Pihaknya memastikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, proses perpanjangan landasan pacu segera terealisasi.

    Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, mengungkapkan, diresmikannya BIL merupakan ‘buah manis’ dari semangat juang seluruh lapisan masyarakat NTB sejak tahun 1990 silam. Kehadiran BIL akan membawa babak baru peningkatan perekonomian masyarakat NTB.

    Terlebih, NTB masuk menjadi daerah koridor V pada Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sebagai gerbang pariwisata dan pangan nasional.

    “Saya bangga dan haru, saat menyaksikan ribuan masyarakat dari penjuru NTB datang ke BIL untuk melihat Bandara milik mereka. Ada sejarah panjang di balik antusiasme masyarakat NTB untuk melihat Bandara. Menurut legenda ratusan tahun lalu, Tanak Awu akan menjadi tempat datang dan perginya banyak orang dengan ‘’burung-burung’’ besi yang akan terbang dari dan ke NTB,” ujarnya. Legenda itu, kini menjadi kenyataan.



    Sumber
    Embarkasi Haji BIL


    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email