• Breaking News

    Tuesday, November 6, 2012

    Bos Air Asia Ingin Bikin Mobil Sport Murah di Paris


    Ini Informasi dari Detik. lihat bagaimana Tony menggandeng renault 50-50 saham. Joint venture jadi solusi bagi pembuat mobnas baru. Toni tidak bekerja sama dengan produsen China yang pasti lebuh bisa buat mobil yan lebih murah. Tapi dia ingin meminjam brand renault

    -----------------
    Sukses menjalankan bisnis aviasi melalui penerbangan murah (low cost carrier) AirAsia dan memiliki tim Formula 1 Lotus Racing, serta klub Liga Premier QPR tidak membuat Tony Fernandes berpuas diri.

    Kabar terbaru menyebutkan, Tony melalui Caterham Group menggandeng pabrikan Renault untuk membuat mobil sport dengan harga terjangkau alias murah. Tony langsung menyampaikan kabar baik ini di​​​ markas Renault, 13-15 quai Le Gallo-92109 Boulogne Billancourt Cadex, Paris, Senin (5/11/2012).

    "Kami Caterham bersama Renault hari mengumumkan kerjasama untuk membuat mobil sport dengan harga terjangkau," jelas Tony.

    Perusahaan patungan ini bernama The Societe des Automobiles Alpine Caterham. Nantinya, Caterham dan Renault masing-masing memiliki saham 50:50 dalam perusahaan patungan tersebut. Sayangnya, Tony bungkam saat ditanya setoran modal awal Caterham dalam proyek Join Venture ini.

    "Hari ini kami akan lakukan kesepakatan untuk membuat mobil seperti Ferrari atau Mclaren, namun bisa dinikmati lebih banyak orang," tutur Tony yang juga menjabat sebagai Chairman Caterham Group.

    Chairman & CEO Renault Carlon Ghosn menyebut, kerjasama ini menjadi langkah inovatif perusahaan dalam memperlebar pasar. Ambisi ini akan tertuang dalam kolaborasi mobil sport melalui Apline DNA.

    The Societe des Automobiles Alpine Caterham siap memperkenalkan mobil barunya di 2015 dengan nama 'Caterham'. Kini perusahaan tengah mengembangkam desain mobil termasuk mesin yang aman digunakan.

    Tony menyebut, pangsa pasar mobil sport terbarunya adalah Asia dan Eropa. Keduanya adalah pasar yang potensial di masa mendatang. Asia dengan pertumbuhan ekonominya saat ini menciptakan kelas ekonomi menengah baru. Eropa meski menghadapi krisis tetap menjadi pasar potensial.

    "Krisis tidak kami khawatirkan, karena kami tahu bagaimana menjualnya," tutur Tony.

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email