• Breaking News

    Wednesday, November 28, 2012

    Investasi Malaysia di Kanada Jadi Korban Phobia China

    KETAKUTAN yang mendalam atas hegemoni China membuat pemerintah Kanada menggagalkan investasi Malaysia melalui Petronas untuk membeli perusahaan energi Kanada, Progress Energy Resources Corp.

    Malaysia harus gigit jari mendengar pemerintah Kanada mengundurkan kesepakatan tersebut.

    Kantor Berita Reuters melaporkan, Jumat (25/10), veto untuk mengundurkan transkasi US$5,2 miliar itu merupakan hasil miskalkulasi dan miskomunikasi. Kanada beberapa kali telah menjelaskan negaranya terbuka bagi investasi asing dan sangat membutuhkan peran asing untuk membiayai US$660 miliar untuk mengembangkan sektor energi negara tersebut.

    Sumber-sumber di Ottawa menjelaskan bahwa Kanada sebenarnya ingin sekali menyetujui transaksi tersebut tapi pemerintah masih trauma ketika Kanada tidak bisa meninjau ulang kembali seperti yang terjadi pada transaski kontroversial China sebesar US$ 15,1 miliar melalui CNOOC Ltd dalam pembelian perusahaan Kanada, Nexen Inc.

    Kanada meminta transaksi Malaysia itu diundurkan untuk memastikan tidak ada 'permaiman' lain yang sedang terjadi sebagaimana kasus dengan China dimana iklim investasi Kanada terancam bila pemerintah ikut campur.

    "Anda mengharapkan mereka menginginkan pemerintah Kanada mengatakan "Tidak, 'kami tidak akan meminta perpanjangan waktu' dan bahwa mereka akan dibersihkan, itu akan menjadi akhir dari semua itu," kata sumber yang menjelasan tentang diskusi antara politisi senior dan bankir yang menasihati perusahaan Kanada itu.

    Ketakutan Kanada atas supremasi ekonomi China dimulai tahun 2009 ketika Perdana Menteri Stephen Harper sedang mendorong hubungan yang lebih dekat dengan China.

    Sebenarnya Ottawa menginginkan China dapat dengan baik hati melakukan joint ventures, membuka pasar ekspor dan membuat investasi untuk pembangunan pipanisasi. Namun Kanada tidak menyadari bahwa hubungan baik itu dapat diterjemahkan sebagai pembelian atau penggadaian besar-besaran perusahaan-perusahaan lokal mereka oleh perusahaan China.

    "Kami harapkan mereka untuk membeli minyak kami, bukan perusahaan minyak kami," kata tokoh partai pemerintah, Partai Konservatif.

    China semakin menguasai perusahaan energi Kanada. Perusahaan ini telah memiliki saham di C$10 miliar (US$1 = C$0.9926) di pasir minyak Albertan, cadangan minyak terbesar ketiga di dunia. China juga sedang melakukan penawaran buat Nexen, perusahaan energi Kanada terbesar ke-6 berdasarkan nilai pasar.

    Perusahaan ini mempunyai aset di Teluk Meksiko, Amerika Serikat, North Sea dan Pantai Nigeria.

    Ambisi China itu dicurigai oleh legislator dari Partai Konservatif dan memaksa PM Harper untuk membuat guidelines untuk mengatur investasi asing. Akibatnya, kecurigaan itu juga berimbas pada investasi Malaysia walaupun investasi ini dinilai tidak melanggar kepentingan Kanada. Peraturan yang akan dibuat Kanada ini dinilai akan membuat China kecewa karena dianggap sebagai double standard.

    Sumber

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email