• Breaking News

    Wednesday, November 28, 2012

    Irak Sumbang Minyak Gratis ke Yordania


    UNTUK mengurangi dampak krisis energi di Yordania, Irak berencana memberikan negara tetangganya itu sebesar 100.000 barel minyak sebagai hadiah.

    Keputusan yang diambil Kabinet pada Selasa itu, dilihat sebagai upaya pemerintahan yang beraliran Syiah di Irak dalam memberikan dukungan kepada salah satu negara tetangganya yang beraliran Sunni, sebagaimana dilansir Associated Press, Selasa (27/11).

    Sebagaimana diketahui, ratusan ribu warga Irak masih mengungsi ke Yordania karena kekerasan yang terjadi menyusul invasi tahun 2003 oleh Amerika Serikat di negara mereka.

    Bulan ini pemerintah Yordania mengumumkan kenaikan harga gas dan bahan bakar, yang memicu protes nasional dan berubah menjadi kekerasan di beberapa daerah. Rakyat turun ke jalan dan menuntut Raja Yordania Abdullah II untuk mundur, sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

    Sesuai dengan perjanjian dengan Irak, Yordania membeli 15.000 barel minyak per hari, dengan harga diskon kurang dari US$18 per barel, sekitar seperlima dari harga minyak di pasar dunia saat ini.

    Kedua negara ini sebenarnya mempunyai sejarah yang sangat dekat sejak separatis Arab melakukan pemberontakan (Arab Revolt) atas kekuasaan Turki Utsmani pada tahun 1916 pimpinan Gubernur Mekkah, Hussein bin Ali.

    Pada saat imperium Turki Utsmani dihapuskan pada tahun 1924, Hussein memproklamirkan diri sebagai Khalifah dan anaknya Abdullah menjadi Raja Transyordania, yang merupakan kakek buyut Raja Abdullah II yang sekarang memerintah Yordania. Sementara, anaknya yang lain, Faisal, menjadi raja di Suriah, kemudian di Irak.

    Pemerintahan Raja Faisal yang dimulai pada tahun 1921, memerintah selama tiga keturunan. Dia digantikan anaknya Raja Ghazi I pada tahun 1933 dan kemudian cucunya Raja Faisal II mulai memerintah pada tahun 1939. Raja yang terakhir ini hanya memerintah sampai 1958 saat para politisi setempat menghapus sistem monarki dan mendirikan Republik Irak usai Revolusi ideologi pada 14 Juli 1958.

    Revolusi ini merupakan gelombang revolusi kedua di Timur Tengah, setelah sebelumnya dilakukan melawan Turki. Sebelum Irak, para jenderal melakukan hal yang sama di Mesir (1952) oleh Muhammad Naguib dan Gamal Abdel Nasser yang menurunkan Raja Farouk serta kup militer di Suriah yang dilakukan Husni al-Za'im pada tahun 1949. Tren revolusi ini menyebar ke negara tetangga lainnya seperti Libya sampai akhirnya tahun lalu, 2011, semua bentuk pemerintahan tersebut akhirnya digulingkan dalam revolusi internet yang dikenal dengan "Arab Spring".

    Sumber

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email