• Breaking News

    Monday, November 5, 2012

    J-31: Pesawat Siluman Kedua China


    CHINA melakukan uji coba terbang bagi pesawat siluman anti radar kedua mereka J-21 atau J-31 Falcon Eagle Provinsi Liaoning (2/11). Pesawat tersebut diluncurkan Rabu kemaren dan menjadi bagian dari usaha negara tersebut untuk memordenisasi pesawat-pesawat tempurnya.

    Uji coba pesawat generasi ke-5 tersebut dilakukan di fasilitas Shenyang Aircraft Corp, perusahaan yang membangunnya. Sebelumnya China juga berhasil menerbangkan dua prototipe pesawat siluman bermesin ganda lainnya J-20 Black Eagle yang dibangun oleh perusahaan lainnya Chengdu Aerospace.

    Sekilas pesawat, yang kadang dijuluki Shenyng J-21/31/F-60 di berbagai forum diskusi, ini lebih mirip dengan F-22 Raptor milik Amerika Serikat dan lebih ringan dari J-20. Bedanya J-20 mempunyai canard di depan, sementara J-31 mempunyai sayap kecil di belakang. Pada saat terbang pesawat ini membawa nomor seri 31001.






    Bila konfigurasi sayap J-20 meniru pesawat konvensional buatan mereka, J-10, maka J-31 lebih meniru sayap pesawat buatan China yang bekerjasama Pakistan, CAC FC-1 Xiaolong (Fierce Dragon) atau PAC JF-17 Thunder menurut penamaan Pakistan. Hal ini membuktikan spekulasi adanya versi siluman bermesin ganda dari JF-17 yang akan dibangun China dengan pasar Pakistan.

    Selain AS dan China, India dan Rusia juga telah bekerjasama untuk mengembangkan pesawat siluman lainnya bernama PAK-FA T-50. India menyetor dana US$6 miliar bagi joint venture yang akan menghabiskan dana riset dan pengembangan sebesar US$11 miliar tersebut.

    Kerjasama dua negara untuk membangun pesawat siluman tidak saja dibuat oleh India dan Rusia akibat mahalnya biaya investasi riset, Indonesia dan Korea Selatan juga melakukan kerjasama untuk membangun pesawat siluman lainnya KFX/IFX-1. Indonesia sendiri telah mengirimkan tenaga ahlinya untuk bersama merancang pesawat tersebut ke Seoul dan menyetor sebagian dana untuk riset.

    Para penulis di sosial media menduga pesawat ini didesain untuk kegunaan di kapal induk China, Liaoning, yang dibeli bekas dari Ukrania. China diduga mempercepat proyek rahasia ini karena dipicu keputusan AS untuk melanjutkan program pembelian F-22 yang sempat mengalami masalah pada sistem oksigennya. Pesawat siluman lainnya, F-35, juga mengalami kemajuan setelah beberapakali mengalami penangguhan dan overbudget. Bila F-35 selesai, Singapura akan menjadi pemilik pertama di Asean.

    Pesawat J-21 dilaporkan berhasil mengudara selama sepuluh menit dan kembali ke landasan dengan selamat. Situs Wired.com menduga, dalam publikasi pesawat ini, militer China menggunakan taktik yang sama sebagaimana J-20 yakni dengan membocorkannya kepada blogger simpatisan dan jaringan sosial sebelum mengumumkan secara resmi. Pesawat J-31 inipun dinilai merupakan jiplakan dari teknologi barat.

    Sumber

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email