• Breaking News

    Saturday, November 3, 2012

    Pemerintah Akui Bantuan Asing Merepotkan dan Buat Pembangunan Tidak Berjalan

    TERNYATA pemerintah mengakui bantuan asing banyak yang bermasalah dan dapat mengganggu berjalannya ekonomi Indonesia dengan baik. Indonesia saat ini dipercayakan oleh negara-negara kaya untuk mengelola uang mereka yang menjadi hutang bagi negara. Sukses atau tidak pembangunan yang dilakukan, negara harus membayar hutang tersebut. Padahal sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, Indonesia dapat membangun dengan cara lain.

    Berikut informasi dari Detik:

    Jakarta - Pemerintah berniat menekan penggunaan utang luar negeri untuk membiayai kebutuhan pembangunan. Proyek-proyek infrastruktur diharapkan tak lagi menggunakan utang dari asing.

    Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengimbau jajarannya untuk menghindari kerjasama bantuan atau pinjaman dari negara lain dalam membangun proyek infrastruktur. Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih mampu untuk membiayai berbagai infrastruktur yang dirancang.

    "Saya mengharapkan kalau bisa menghindari pembangunan dengan pinjaman asing. Mari membangun dengan rupiah, bukan dengan mata uang asing," tegas Djoko dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Sabtu (3/11/2012).

    Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam memang mengimbau melalui Surat Edaran Surat Edaran (SE) Nomor: SE–592/Seskab/XI/2012 untuk membatasi pinjaman luar negeri yang membebani APBN/APBD.

    Menurut Djoko, Kementerian PU pada 2013 mendatang memperoleh anggaran Rp 79,55 triliun, lebih tinggi dibanding anggaran pada tahun ini Rp 75,24 triliun. Besarnya anggaran itu membuat Djoko optimistis mampu membiayai proyek-proyek infrastruktur dalam negeri.

    "APBN kita sangat mampu untuk membangun berbagai infrastruktur yang ada. Untuk itu saya mengharapkan kalau bisa menghindari pembangunan dengan pinjaman asing. Mari kita membangun dengan rupiah, bukan dengan mata uang asing," kata Djoko. 

    Kemudian, Djoko juga mendesak jajarannya segera menggelar proses pelelangan proyek-proyek yang dibiayai dengan anggaran 2013 tersebut sehingga penyerapan anggaran lancar. Ia mengingatkan jajaran Kementerian PU agar tidak bekerja sama dengan asing karena pembangunan infrastruktur dengan biaya negara lain sering bermasalah.

    Djoko mencontohkan, kerjasama pembangunan proyek infrastruktur jalan dengan China yang telah ditandatangani dirinya. Tanda tangan kontrak kerja dilakukan untuk kurun waktu satu tahun, tender pun sudah dilakukan sejak 2011. Tapi, hingga saat ini proyek tidak berjalan, karena belum ada persetujuan prinsip dari pemberi pinjaman.

    "Proyek tersebut sudah masuk DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran), tetapi mandek. Bantuan asing banyak merepotkan dan bisa membuat pembangunan tidak berjalan," kata Djoko.

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email