• Breaking News

    Thursday, December 6, 2012

    Muhaimin Risau Antrian Pengangguran Intelektual Makin Panjang


    MENTERI Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar merasa risau saat menemukan fakta bahwa pengangguran intelektual di Indonesia makin bertambah banyak dari tahun ke tahun. Kesempatan kerja yang tersedia tak mampu diserap para alumni diploma/ universitas sehingga malah menambah panjang angka pengangguran intelektual.

    Berdasarkan Data BPS Agustus 2012, dari jumlah penduduk Indonesia yang bekerja sebanyak 110,8 juta orang, ternyata masih didominasi lulusan pendidikan Sekolah dasar sebanyak 53.88 juta (48, 63%) dan lulusan SMP sebanyak 20, 22 juta ( 18.25 %). Sedangkan lulusan unversitas yang sudah bekerja hanya mencapai 6, 98 juta orang (6,30%) dan lulusan pendidikan Diploma hanya 2,97 juta orang (2, 68%).

    “Paradigma dan kurikulum kurikulum pendidikan tinggi mesti dirombak total. Mereka harus memiliki perencanaan untuk mengarahkan produktivitas sumber daya manusia sehingga lulusannya siap bekerja dan menjadi tenaga kerja andal," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam Acara Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) - InterStudi di Jakarta pada Sabtu (1/12).

    Muhaimin mengatakan selama ini paradigma dan kurikulum pendidikan tingkat tinggi hanya mengejar jumlah kelulusan yang banyak, namun mengabaikan kualitas para alumninya yang tidak siap bersaing dalam mencari pekerjaan.

    “Link and Match antara dunia pendidikan dan dunia kerja belum berjalan optimal. Lembaga-lembaga pendidikan seolah menerapkan ditarget cepat lulus dan mendapat gelar sarjana, tanpa membekali alumninya dengan keterampilan kerja," kata Muhaimin.

    Bila fenomena seperti ini terus berlangsung, kata Muhaimin mengatakan Indonesia bakal dipenuhi oleh para penggangguran intelektual yang penyerapan kerjanya rendah karena lapangan kerja yang tersedia tak mampu menampung lulusan perguruan tinggi yang minim keahlian dan keterampilan kerja.

    “Kedepannya, sejak awal perguruan tinggi harus mampu mendesain profesi bagi para alumninya. Sejak semester pertama mahasiswa di masing-masing PTS harus mampu mengukur profesi sehingga setelah tamat mereka sudah langsung siap bekerja,” kata Muhaimin.

    Muhaimin mengatakan, meskipun kondisi ketenagakerjaan di Indonesia semakin membaik dari tahun ke tahun, namun upaya-upaya untuk membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran intelektual terus dilakukan secara intensif

    “Ada empat hal yang dilakukan untuk mengatasi pengangguran intelektual, yakni peningkatan kualitas SDM dengan membangun kompetensi kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pembangunan sistem pendidikan, memfasilitasi tumbuh dan berfungsinya mekanisme bursa kerja (job fair) dan memprakarsai program pengembangan kewirausahaan,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar.

    Tak hanya itu, Muhaimin pun memberikan solusi dengan menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan baru melalui program transmigrasi melalui pengembangan lahan-lahan pertanian dan industri pengolahan di kawasan transmigrasi.

    “Setiap tahun, pemerintah merancang strategi untuk menciptakan lapangan pekerjaan baik formal dan informal, yang diharapkan dapat menyerap para pengangguran dan setengah pengangguran," kata Muhaimin.

    Sumber

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email