• Breaking News

    Saturday, January 18, 2014

    Ada 853 Bayi Mengungsi karena Sinabung

    Tobapos -- Jumlah anak bayi yang berada di lokasi pengungsian erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara hingga kini tercatat sebanyak 853 orang.

    Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan, saat dihubungi, Sabtu, mengatakan bayi tersebut tersebar di 38 Posko Penampungan di daerah itu.

    Kondisi kesehatan bayi tersebut, menurut dia, dalam keadaan sehat dan dirawat oleh orang tua mereka yang tinggal di Posko Penampungan di Kota Kabanjahe.
    "Bagi bayi yang dalam keadaan kurang sehat ataupun ibunya mengalami sakit dikirim ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe untuk mendapat perawatan hingga sembuh," ucap Jhonson.

    Dia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo tidak hanya memperhatikan pengungsi yang sakit, tetapi juga bayi, lanjut usia, dan Ibu yang sedang lagi hamil.

    Bahkan, jelasnya, pengungsi yang sedang hamil, dan kalau mereka mau melahirkan dibawa ke RSU Kabanjahe.

    "Pemkab Karo juga memperhatikan kondisi pengungsi yang akan melahirkan, karena ini adalah bentuk kepedulian sosial yang cukup tinggi bagi masyarakat sedang mengalami bencana alam tersebut," ujarnya.

    Jhonson menambahkan, hingga kini (Sabtu, 18/1) jumlah pengungsi erupsi Sinabung tercatat sebanyak 27.671 orang atau 8.647 kepala keluarga (KK) dan akan terus bertambah.

    Pada hari Jumat (17/1) jumlah pengungsi hanya mencapai sebanyak 27.319 orang atau 8.546 KK.

    "Jumlah pengungsi Sinabung, Kamis (16/1) tercatat sebanyak 26.298 orang atau 8.210 KK," kata Kabag Humas Pemkab Karo.

    Data yang diperoleh di Posko Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe, tujuh orang pengungsi erupsi Gunung Sinabung melahirkan RSU Kabanjahe.

    Ketujuh pengungsi itu, di antaranya Pujinta Br Ginting penduduk Desa Kutambelin melahirkan anak perempuan di RSU Kabanjahe, 2 Desember 2013.

    Kemudian, pengungsi Rejilena penduduk Desa Sukanalu melahirkan anak laki-laki di RSU Kabanjahe 29 November 2013, dan Kenika Br Sembiring penduduk Desa Gurukinayan melahirkan anak laki-laki di RSU Kabanjahe 18 November 2103.

    Pengungsi Meriayanti Br Sembiring penduduk Desa Gurukinayan melahirkan anak perempuan di RSU Kabanjahe, 8 Desember 2013.

    Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level "siaga" menjadi "awas" terhitung mulai Minggu, (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

    Status awas tersebut berpotensi menyebabkan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 Cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 Km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 Km dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan.

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email