• Breaking News

    Sunday, January 19, 2014

    Penambangan Pasir di Sungai Gendol Langgar Aturan

    Tobapos -- Aktivitas penambangan di lokasi terjebaknya alat berat dan truk saat banjir lahar dingin Gunung Merapi di Sungai Gendol, Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu pukul 14.00 WIB melanggar aturan.

    "Sebenarnya aktivitas penambangan material pasir dan batu di aliran sungai berhulu Gunung Merapi tersebut melanggar aturan, karena Peraturan Bupati Sleman Tentang Normalisasi Aliran Sungai Merapi sudah habis berlakunya pada 10 Desember 2013," kata Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto, Minggu malam.

    Menurut dia, aktivitas penambangan material sisa erupsi Merapi 2010 hanya boleh dilakukan di lahan-lahan milik warga yang tertimbun material vulkanik.

    "Jadi aktivitas penambangan di Sungai Gendol tersebut jelas melanggar aturan, karena sampai saat ini belum ada lagi peraturan bupati tentang normalisasi aliran sungai berhulu Merapi," katanya.

    Ia mengatakan, saat bencana erupsi Gunung Merapi 2010, ribuan hektare lahan milik warga yang ada di lereng Merapi dan sekitar aliran Sungai Gendol tertimbun material vulkanik berupa, pasir, batu dan kerikil.

    "Saat ini sebagaian warga sudah mulai melakukan pemulihan lahan dengan mengeruk material yang menutup agar bisa ditanami kembali," katanya.

    Seperti diberitakan, banjir lahar dingin di aliran Sungai Gendol, Dusun Kaliadem, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Minggu sekitar pukul 14.00 WIB menghanyutkan dan menimbun satu alat berat dan satu unit truk pengangkut pasir.

    "Dalam kejadian tersebut dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni sopir dan kernet truk yang terjebak banjr lahar dingin," kata koordinator relawan dari Saluran Komunikasi Sosial Bersama (SKSB) Kecamatan Cangkringan Sriyanto alias Tiwul.

    Menurut dia, satu alat berat yang terjebak tersebut berupa eskavator atau bego serta satu unit truk nopol K-1979-EB yang sedang mengisi muatan pasir.

    "Korban meninggal atas nama Hartono dan Edi, keduanya warga Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang merupakan sopir dan kernet truk," katanya.

    Ia mengatakan, kejadian tersebut sangat tiba-tiba karena hujan turun deras di puncak Gunung Merapi juga tiba-tiba.

    "Sebenarnya ada kawan dari SKSB yang memantau di atas dan melihat ada aliran banjir lahar. Namun karena lokasi kejadian yang berada di Dam II Sungai Gendol tidak ada yang membawa alat komunikasi maka, informasi tersebut tidak dapat terpantau di lokasi kejadian," katanya.

    Saat ini kedua korban telah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sarjito Yogyakarta. (Ant/Adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email