• Breaking News

    Monday, January 20, 2014

    Rastafari Puji Keberhasilan Nathaniel Ramu Tim

    Tobapos -- Pelatih M88 Aspac Jakarta, Rastafari Horongbala, menyampaikan pujian kepada Pelatih Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta atas keberhasilannya meramu tim kuat di tengah badai cedera yang sedang dialaminya.

    "Saya akui Coach Nath (panggilan akrab Nathaniel -red) bisa meramu tim dengan sisa-sisa pemain yang ada, di tengah banyak andalannya absen," kata dia seusai kekalahan 66-75 dari Pelita dalam laga lanjutan Seri II Liga Bola Basket Nasional (NBL) Indonesia 2013-2014 di Gedung Basket Hall A Senayan, Jakarta, Minggu.

    Pelita memang menang atas Aspac di tengah keadaan yang cukup akibat dua pemain andalan mereka cedera, Andy "Batam" Poedjakesuma dan Hendru Ramli.

    Ia juga mengatakan tim lawan lebih sabar dalam bermain, terlihat dengan ketenangan para pemain Pelita termasuk saat Aspac sempat menyamakan kedudukan.

    "Pelita ternyata lebih sabar mainnya," ujar dia.

    Sementara timnya sendiri, ia menilai justru kerap terburu-buru justru ketika sudah sempat menyamakan kedudukan.

    "Sesudah mengejar, kami malah main terburu-buru. Agak aneh memang, seharusnya ketika kami berhasil menyamakan skor tekanan ada di mereka (Pelita), tapi yang terjadi justru para pemain kami sendiri yang tertekan," katanya.

    Di sisi lain, ia juga menilai para pemainnya sedikit lengah dalam hal menjaga dua pemain andalan Pelita, Ponsianus Nyoman "Koming" Indrajaya dan Dimas Aryo Dewanto.

    "Anak-anak tidak bisa tahan Koming dan Dimas," ujarnya.

    "Sementara kalau Yogi (Francisco Yogi Da Silva, -red) dia lebih banyak mengambil ruang-ruang kosong yang terbuka, dan dia berhasil menembak," kata dia menambahkan.

    Ketiga pemain yang disebutkan Rastafari memang berkontribusi besar terhadap kemenangan Pelita.

    Koming mencatatkan "double-double" lewat 23 poin dan 13 "rebound". Sedangkan Dimas dan Yogi sama-sama menyumbangkan 16 poin untuk kemenangan Pelita.

    Pertahanan bermasalah

    Sementara itu, Rastafari juga menyebut pertahanan timnya saat ini sangat bermasalah.

    "Sebab kemampuan kami untuk mencetak angka sebetulnya bagus. Tetapi karena pertahanannya jelek, jadilah kalah," ujarnya.

    Di sisi lain, ia menilai ada kemungkinan para pemainnya kerap terlalu percaya diri dalam urusan bertahan.

    "Mereka kadang terlalu percaya diri bisa jaga pemain lawan, ternyata ketika di lapangan tidak bisa," katanya.

    Selain itu, ia juga sempat mengomentari penampilan debutan yang baru dinaturalisasi dari Filipina, Ebrahim Enguio Lopez, dan menilai pebasket itu belum mampu beradaptasi dengan pola liga di Indonesia.

    "Dua kali main berturut-turut dalam dua hari buat dia berat. Karena di Filipina tidak ada yang begitu, jadi mungkin adaptasi dulu," ujarnya.

    Selain beradaptasi tentang menjaga stamina menghadapi dua laga dalam dua hari berturut-turut, Ebrahim juga dinilai harus menyesuaikan diri bahwa ia sedang bermain dalam sebuah tim.

    "Selama ini kan seringnya dia lebih banyak menonjolkan kelihaian sendiri," katanya.

    "Belum lagi anak-anak yang lain juga kadang ganti fokus kalau Ebrahim masuk. Mau ciptain 'alley-oop' misalnya," ujar dia menambahkan.

    Bagi Aspac, kekalahan tersebut mengharuskan mereka menutup Seri II dengan dua kekalahan. Satu kekalahan lain didapatkan dari musuh bebuyutan mereka Satria Muda Britama Jakarta.

    Aspac mengemas empat kemenangan di Seri II yaitu kala melawan Stadium, Hangtuah Sumatera Selatan Indonesia Muda, Bandung Utama dan Bimasakti.

    Selanjutnya Seri III NBL 2013-2014 akan berlangsung di Solo pada 8-16 Februari.

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email