• Breaking News

    Monday, January 20, 2014

    Saksi Ahli Dihadirkan di Sidang Wilfrida

    Tobapos -- Tim Pengacara Pembela Kedutaan Besar Indonesia Kuala Lumpur menyampaikan kepada hakim di Pengadilan Tinggi Kota Bharu, Kelantan, Malaysia rencana mendatangkan saksi ahli terkait hasil pemeriksaan tulang dan kejiwaan Wilfrida Soik.

    Saksi ahli tulang dan kejiwaan tersebut akan dihadirkan pada sidang berikutnya yang akan dilaksanakan 26 Januari nanti, berdasarkan keterangan KBRI Kuala Lumpur yang diterima Antara, Minggu.

    Dalam kasus Wilfrida ini, TKI asal Belu NTT yang terancam hukuman mati di Malaysia itu, pihak KBRI setempat bersama Tim Pengacara akan terus melakukan pembelaan secara maksimal untuk memastikan keadilan bagi Wilfrida dan terpenuhi hak-hak hukumnya.

    Sedangkan pada sidang lanjutan yang digelar di Mahkamah Tinggi, Kota Bharu, Kelantan, Minggu (19/1) terhadap Wilfrida yang didakwa membunuh majikannya pada 7 Desember 2010 sehingga terancam hukuman mati telah memanggil empat orang saksi.

    Sidang dipimpin oleh Hakim YA Dato' Azmad Zaidi bin lbrahim dengan Timbalan Pendakwa Raya (Jaksa Penuntut Umum/JPU) Puan Julia lbrahim memanggil Teh Ying Heng, pemilik Agensi Pekerjaan (AP) Master yang menyalurkan Wilfrida ke Kelantan.

    Persidangan ini juga menghadirkan sepasang suami isteri (WN Malaysia Mansor bin Sulaiman dan Hamidah binti Yahya) yang pertama kali menemukan Wilfrida usai terjadi pembunuhan, dan Investigation Officer (IO)/polisi penyidik kasus ini.

    Namun hanya tiga orang yang didengar kesaksiannya karena lO berhalangan hadir.

    Dalam kesaksiannya, AP Master menyampaikan proses rekrutmen dan penempatan Wilfrida kepada majikannya.

    Hal penting yang terungkap adalah agensi tidak meneliti secara memadai pekerjaan yang akan dibebankan kepada Wilfrida, padahal dia memahami majikan dalam keadaan sakit parkinson dan memerlukan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas rutin sehari-hari.

    Berdasarkan kesaksian tersebut, WS hanya dilatih selama seminggu di Malaysia untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan tidak ada pelatihan untuk merawat orang sakit.

    Selain itu, saksi juga berjanji akan memberikan data lengkap termasuk telepon dari agensi atau penghubungnya di Indonesia, majikan Wilfrida sebelumnya dan majikan dari pembantu asal Kamboja yang digantikannya.

    Sedang Menangis

    Suami-istri yang pertama kali menemukan Wilfrida usai terjadi pembunuhan, memberikan kesaksian terkait kondisi Wilfrida dan proses penangkapan oleh polisi.
    Menurutnya, Wilfrida ditemukan dalam keadaan sedang menangis dan tertekan pada saat mereka mencoba berkomunikasi dengannya.

    Kedua saksi juga tidak melihat adanya tanda-tanda yang mencurigakan termasuk adanya darah pada pakaian yan dikenakannya.

    Saksi Mansor mengetahui Wilfrida terlibat pembunuhan dari komunikasi radio CB di mobilnya saat dalam perjalanan ke tempat kerja berdasarkan ciri-ciri pakaian yang dikenakannya.

    Saat itulah, saksi menghubungi Kepolisian Tok Uban yang datang 15 menit kemudian untuk menangkap Wilfrida.

    Namun berkaitan proses penangkapannya, kedua saksi tidak mengetahui secara detail.

    Pada akhir persidangan, hakim memutuskan Teh Ying Heng akan kembali dimintai keterangannya pada sidang 26 Januari 2014 mendatang, dan diminta untuk membawa dokumen-dokumen pendukung yang dapat memperkuat keterangannya.

    Sidang juga akan mendengarkan kembali kesaksian IO yang pada sidang kali ini berhalangan hadir.

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email