• Breaking News

    Saturday, February 1, 2014

    Antisipasi Cuaca, Ambon Berlakukan Sistem Buka Tutup

    Tobapos -- Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon, Cpt Ali Ibrahim menyatakan untuk mengantisipasi cuaca buruk, dilakukan sistem buka-tutup pelayaran sampai batas waktu yang belum ditentukan.

    Buka-tutup pelayaran itu meliputi wilayah Maluku, khususnya di wilayah perairan Ambon, Buru dan Banda.

    "Mengantisipasi cuaca buruk di laut, pelayaran dari Ambon ke Buru dan Banda dilakukan sistem buka tutup sampai kondisi cuaca di laut aman," kata Cpt Ali di Ambon, Jumat.

    Ia menjelaskan, sistem buka tutup berlaku 24 jam dan selama dalam waktu itu, dipastikan enam jam kondisi cuaca yang sangat bersahabat dan 18 jam kurang bersahabat.

    Menurut dia, cuaca maupun ombak di wilayah perairan Maluku dalam kondisi berbahaya karena tinggi gelombang mencapai dua sampai tiga meter bahkan sampai lima meter.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon sudah menyampaikan rilis bahwa cuaca di laut Maluku dalam kondisi bahaya, seperti di perairan Taninbar, Banda, Aru dan Selat Manipa maupun Ambon, tinggi gelombang sampai tiga meter.

    Karena itu, lanjutnya, untuk semua jenis kapal yang bermuatan di bawah 175 gross ton akan dipertimbangkan keberangkatan berlayar, termasuk kapal-kapal rakyat.

    Menyinggung kejadian luar biasa di laut Maluku, menurut Ali bahwa pada awal 2014 ada tiga kasus kejadian luar biasa, yakni Kapal kargo KM Obelik yang karam di perairan Dobo, ibu kota Kabupaten Aru, Maluku, pada 9 Januari 2014. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya tujuan Merauke, Papua.

    Namun, singgah di Pelabuhan Yos Sudarso, Dobo, untuk mengisi air. Nahasnya saat baru meninggalkan dermaga Yos Sudarso sekitar 30 menit dihantam gelombang tinggi dan akhirnya karam.

    sebanyak 21 anak buah kapal (ABK), termasuk salah seorang di antaranya adalah perempuan berhasil diselamatkan.

    Kemudian Kapal Motor (KM) Jaya Mandiri yang berlayar di perairan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tenggelam di sekitar Laut Geser Sabtu (25/1).

    Kapal ini berangkat dari Ambon Jumat (24/1) menuju pelabuhan Geser tetapi setelah tiba di Perairan Geser tiba-tiba kapal tersebut dihantam gelombang tinggi empat meter. Nahkoda dan sembilan anak buah kapal (ABK) selamat, sedangkan bahan bangunan tidak bisa diselamatkan.

    Kemudian kejadian pada Minggu (26/1) kapal ketinting berjenis kayu tenggelam di Selat Wokam, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Satu orang penumpang Gerson Goinau hilang dan enam orang lainnya selamat.

    Karena itu, pihaknya meminta para pemilik kapal untuk waspda dan tidak berlayar pada saat kondisi cuaca buruk.  (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email