• Breaking News

    Wednesday, February 5, 2014

    Guru Honorer di Nganjuk Tuntut Pencairan Gaji

    Tobapos -- Ratusan guru honorer di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mendatangi kantor pemerintah daerah setempat, menuntut pencarian gaji yang sampai saat ini masih tertunda.

    "Sudah menjadi keputusan bersama. Hak kami harus diberikan untuk gaji Desember 2013 dan Januari 2014," kata koordinator aksi, Gianto, ditemui di Pendopo Nganjuk, Rabu.

    Pihaknya memprotes kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak cepat, mengingat gaji para guru yang masuk dalam tenaga honorer K-1 tidak juga diberikan.

    Padahal, terdapat ribuan tenaga honorer yang membutuhkan gaji tersebut untuk keperluan sehari-hari serta keperluan operasional mereka, di antaranya mengajar.

    Selain masalah gaji dua bulan yang belum diberikan sampai sekarang, mereka juga menuntut adanya kejelasan untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

    Para guru itu nekat ingin bertemu langsung dengan Bupati Taufiqurrahman. Namun, Bupati ternyata tidak ada di tempat dengan alasan sedang ke luar kota.

    Mereka juga mengancam akan mogok mengajar jika belum ada ketegasan dari pemerintah soal rencana pemberian gaji serta kepastian pengangkatan menjadi PNS.

    "Kami minta kepada dinas untuk tidak mengintimidasi melalui kepala sekolah. Kami minta kepala dinas unutk menata jadwal," tegasnya.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk Masduqi mengatakan pembayaran gaji para tenaga honorer K-1 memang telat dibayarkan, yang disebabkan pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2014 masih belum selesai.

    Pihaknya juga tidak bisa memberikan dana talangan untuk pembayaran gaji tersebut. Sesuai dengan mekanisme, dana talangan hanya bisa dibayarkan untuk kegiatan rutin.

    "Jika APBD belum diperdakan, belum bisa keluarkan dana," katanya.

    Pihaknya juga mempersilakan jika para guru berencana mogok belajar. Namun, pemda tidak bisa berbuat banyak, dan hanya menunggu sampai pembahasan APBD tuntas.

    Ia juga menjelaskan pembayaran gaji para guru itu memang dilakukan di akhir bulan setelah bekerja, yaitu gaji Desember dibayar Januari, sementara Februari akan dibayar awal Maret.

    Tentang rencana pengangkatan menjadi PNS, ia mengatakan belum bisa memastikan karena menunggu keputusan dari pemerintah. Namun, pemda sudah mengalokasikan gaji jika ada pengangkatan yaitu Rp25 miliar.

    Para guru tersebut bertahan menunggu Bupati. Namun, Bupati tidak muncul juga. Mereka akhirnya membubarkan diri, tapi akan tetap melakukan aksi serupa sampai bisa bertemu langsung dengan Bupati dan menyampaikan aspirasnya.

    Di Kabupaten Nganjuk, terdapat 1.307 guru yang masuk dalam K1. Mereka mendapatkan tunjangan sejumlah Rp530 ribu per bulan dan selama dua bulan, yaitu Desember 2013 dan Januari 2013 tunjangan mereka belum dibayarkan.  (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email