• Breaking News

    Monday, February 3, 2014

    Istilah Baru di Sumut: Parsijunde

    Tobapos -- Ratusan orang mengamuk di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Barus, Tapteng, Sabtu (1/2) sekira pukul 02.00 WIB. Satu rumah dibakar massa lantaran menduga penghuninya parsijunde (pemilik ilmu hitam).

    Beruntung saat kejadian, Syafri Situmorang (56) selaku pemilik rumah, dan istri serta dua orang anaknya berhasil melarikan diri. Sehingga tak ada korban jiwa dari aksi massa tersebut.

    Informasi dihimpun METRO dari lokasi kejadian menyebutkan, warga menuduh Syafri Situmorang sebagai parsijunde karena ada seorang wanita hamil warga setempat tiba-tiba kesurupan. Dalam kesurupannya, wanita tersebut menyebut nama Syafri.

    Mendengar hal tersebut, warga yang memang sejak lama menuding Syafri memiliki ilmu hitam langsung berkumpul di desa itu. Entah siapa yang mengomandoi, warga kemudian mendatangi kediaman korban pada Sabtu (1/2) dini hari.

    Begitu tiba di kediaman korban, rumah berdinding papan itupun dikepung. Massa kemudian berteriak-teriak sembari meminta korban keluar dari rumahnya.Namun diduga karena telah mendengar rumahnya akan didatangi massa, korban bersama istri dan dua anaknya sudah lebih dulu meninggalkan kediamannya dan bersembunyi.

    “Karena pemilik rumah tak juga muncul, maka massa semakin emosi. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba rumah korban sudah terbakar,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan namanya dikorankan.

    Kepala Desa (Kades) Bungo Tanjung, Junaedi Simanjuntak yang ditemui METRO, mengakui ada rumah warganya yang terbakar. “Kita tidak mengetahui pasti penyebabnya apakah dibakar warga atau terbakar,” ujar Junaedi.

    Namun kata Junaedi, saat malam kejadian istri pemilik rumah yang terbakar mendatangi kediamannya. Wanita itu datang bersama anaknya untuk mengatakan bahwa rumahnya sudah terbakar. “Dia datang sama anaknya. Suaminya tidak tahu dimana keberadaannya.

    Setelah mengatakan rumahnya sudah terbakar, wanita itu dan anaknya langsung pergi,” ungkap kades sembari mengaku hingga kemarin sore belum bertemu dengan keluarga korban.

    Sementara, warga lainnya yang enggan menyebutkan namanya menceritakan, Syafri Situmorang telah lama dituding warga sebagai parsijunde. Beberapa warga yang tiba-tiba jatuh sakit disebutkan karena ulahnya.

    “Dia (Syafri,red) juga dijauhi warga gara-gara isu parsijunde itu. Bahkan kalau dia masuk ke kedai kopi, warga yang ada di kedai tersebut langsung pergi,” ujar pria berbadan kurus ini. Masih kata pria itu, aksi yang dilakukan warga kemarin merupakan bentuk peringatan agar Syafri Situmorang dan keluarganya pergi dari desa tersebut.

    “Selama ini Syafri dan keluarganya sudah diusir warga karena diduga sebagai parsijunde. Namun mereka tak mau pergi dari kampung tersebut. Mungkin aksi pembakaran rumah itu peringatan keras dari warga agar jangan menetap lagi di desa mereka,” pungkasnya.

    Terpisah, Kapolsek Barus AKP Usman yang dikonfirmasi terkait pembakaran rumah warga, membenarkannya. “Memang benar ada kejadian itu. Kita saat ini sedang melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi-saksi yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Beberapa barang bukti juga sudah kita kumpulkan,” ujarnya.

    Sayangnya, hingga kemarin sore belum diketahui di mana keberadaan keluarga korban. Beberapa rumah kerabat korban yang didatangi wartawan, tak berhasil menemukan pasutri dan dua anaknya tersebut. (ms/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email