• Breaking News

    Saturday, February 1, 2014

    Keamanan Thailand Siaga Penuh Jelang Pemilu

    Tobapos -- Angkatan Bersenjata Thailand akan berada dalam siaga penuh di dalam negeri, terutama di Bangkok, untuk memberikan keamanan dan mencegah kemungkinan bentrokan antara faksi-faksi yang berseteru ketika rakyat Thailand pergi ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) Minggu.

    Wintai Suvaree, wakil juru bicara militer, mengatakan Panglima Militer Jenderal Prayuth Chan-ocha telah memerintahkan pengerahan pasukan militer di dekat TPS-TPS dan patroli sporadis terhadap jalan-jalan tol seperti yang diminta oleh Komite Reformasi Demokratik Rakyat (PDRC).

    "Personil militer akan ditugaskan ke berbagai lokasi di ibu kota. Kita tidak bisa mengerahkan pasukan permanen di jalan tol tetapi panglima militer telah memerintahkan langkah-langkah keamanan tambahan pada gedung-gedung tinggi dan tempat-tempat yang lebih tinggi," katanya.

    Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja sementara Chalerm Yubamrung, yang merangkap direktur Pusat untuk Menjaga Ketentraman dan Ketertiban (CMPO), mengajukan petisi kepada Mahkamah Sipil Jumat pagi terhadap tawaran PDRC untuk keputusan pengadilan mencabut Surat Keputusan Darurat yang dikenakan pemerintah.

    Pengadilan Sipil dijadwalkan untuk mengumumkan Jumat sore apakah keadaan darurat, yang dinyatakan oleh pemerintah sementara pada 22 Januari, akan dibatalkan menyusul petisi oleh pemimpin inti PDRC Thaworn Senneam.

    Chalerm mengatakan pemerintah akan menangani situasi yang sama apakah keputusan darurat berlaku atau tidak, untuk itu tidak pernah merenungkan untuk membubarkan aksi unjuk rasa.

    "Jika pengadilan mencabut Keputusan Darurat, terserah kepada perdana menteri pada siapa yang akan mengambil alih CMPO. Saya mohon perdana menteri untuk memungkinkan saya untuk melanjutkan pekerjaan yang saya siap untuk bekerja," katanya.

    Chalerm diangkat sebagai direktur CMPO yang segera dibentuk setelah Dekrit Keadaan Darurat itu diberlakukan.

    Dia mengatakan, pemimpin protes Suthep Thaugsuban dan PDRC harus bertanggung jawab atas kekerasan di Selatan, dalam laporan yang jelas bahwa anggota PDRC merebut kantor pos di Hat Yai untuk blokade transfer surat suara ke TPS-TPS.

    Dia mengancam akan menangkap Suthep setelah pemilu Minggu dan meminta masyarakat untuk tidak memblokir TPS, atau mereka akan dikenakan penjara karena mengganggu pemilu.

    Polisi telah diperintahkan untuk waspada penuh guna mencegah bentrokan antara demonstran PDRC dan para pemilih yang pergi ke TPS pada Minggu, katanya. (ant/adm)

    1 comment:

    1. terima kasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat ini. semoga memberikan manfaat bagi pembacanya. saya memiliki artikel sejenis yang bisa anda kunjungi di sini psikologi

      ReplyDelete

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email