• Breaking News

    Monday, February 24, 2014

    Suami Istri Diikat Perampok, Ratusan Juta Raib

    Tobapos -- Pasangan suami istri H Barani Harahap (54) dan Hj Masnaelan br Siregar (54), pasrah diikat dua perampok ketika beraksi di rumah mereka, Rabu (19/2) sekira pukul 04.00 WIB. Uang sebesar Rp15 juta dan 75 gram emas berhasil dibawa kabur. Selain diancam pakai parang, mulut dilakban dan tangan korban diikat.

    Informasi dihimpun METRO dari H Barani Harahap mengatakan, sebelum kejadian, keduanya sedang tertidur pulas di dalam kamar. Namun, mereka kaget begitu kedua perampok tiba-tiba mendobrak pintu kamar. Kemudian mengikat kedua tangan dan menutup mulut korban dengan lakban.

    “Begitu tangan kami diikat, mereka langsung mengobrak-abrik isi kamar dan membawa kabur emas 30 ame (75 gram) dan uang tunai sebanyak Rp15 juta dari lemari,” kata H Barani Harahap, yang juga pemilik kilang padi di Desa Pargarutan Tonga, Kamis (20/2).

    Menurut Barani, awalnya perampok itu masuk dari gudang yang berada di samping rumah mereka. Selanjutnya berusaha masuk ke ruang tamu dengan menggunakan tangga yang sebelumnya berada di gudang, namun gagal.

    “Mereka masuk dari atap gudang samping untuk membuka pintu depan. Tapi gagal karena pintu depan tertutup rapat. Sementara di teras, penerangan cukup terang. Makanya mereka keluar lagi dari gudang,” ujarnya.

    Begitu tiba di luar, perampok kemudian menuju pintu samping yang tembus ke ruang dapur. Pertama mereka membuka jendela dapur, kemudian mengambil kunci dengan cara memasukkan besi panjang agar kunci yang ada dipintu jatuh.

    Setelah kunci jatuh, pintu dicongkel hingga terbuka. Selanjutnya, mereka menuju pintu berikutnya karena masih ada pintu penghubung antara dapur dengan ruang tamu. Pintu penghubung itu juga docongkel hingga perampok berhasil masuk. Lalu mendobrak pintu kamar.

    Saat itu di dalam kamar kedua korban sedang tertidur lelap. “Mereka sempat memukul tangan kiri saya pakai parang tumpul. Setelah itu, kami diikat dan mulut dilakban. Kemudian mereka mengunci pintu kamar,” tuturnya.

    Senada dikatakan Hj Masnaelan Siregar, istri korban. Masnaelan mengatakan, setelah ia dan suami diikat, beberapa menit kemudian dia berhasil melepastali yang mengikat tangannya.

    Kemudian membuka tali yang mengikat suaminya. “Begitu ikatan terbuka, kami langsung ke luar dan minta tolong ke tetangga,” kata wanita berkerudung itu seraya mengatakan, saat itu, perampok mengikat tangannya di depan. Sementara tangan suami diikat di belakang punggung.

    Begitu tetangga mengetahui kejadian itu, para warga berkumpul. Bahkan, masuk ke rumah saja warga tidak ada yang berani.

    Mereka hanya duduk di luar rumah menunggu polisi datang untuk melakukan olah TKP. ‘Begitu kami minta tolong, tetangga langsung melapor ke Polsek Angkola Timur. Tak lama kemudian, polisi datang,” ucapnya.

    Masnaelan mengaku, adapun perhiasan yang diambil para perampok antara lain; rante atau 1 untai kalung, 1 untai liontin, 3 buah cincin, 1 buah gelang, sepasang anting, dan 1 unit handphone.
    Kasat Reskrim Polres Tapsel Edison Siagian membenarkan perampokan itu. “Benar, laporan sudah kita terima. Ettapi kasus ini masih dalam penyelidikan. Hingga sekarang masih kita dalami. Kita terus berupaya agar pelaku secepatnya tertangkap,” tandasnya. (metrosiantar/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email