• Breaking News

    Tuesday, March 25, 2014

    Keluarga Korban Duga OPM Terlibat Speedboat Hilang

    Tobapos -- Kasus 17 penumpang speedboat yang dikabarkan hilang dalam perjalanan Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen-Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya pada 3 Maret 2009 lalu diduga ada keterlibatan TPN/OPM.

    Pernyataan tersebut disampaikan Henry O Muabuai adik dari Ishak Petrus Muabuai Kabag Umum Pemkab Mamberamo Raya, salah satu dari 17 penumpang speedboat yang hilang.

    "Saya dapat pesan singkat telepon seluler dari sumber terpercaya bahwa kakak kami diduga disandera oleh kelompok TPN/OPM pimpinan Yulius Murib," katanya kepada pers di Jayapura, Selasa.

    Menurutnya, pesan singkat dari telepon seluler itu menjelaskan bahwa sebenarnya ke 17 penumpang speedboat itu disandera oleh Ferdinand Worabay pimpinan TPN/OPM wilayah Yapen Waropen, tetapi belakangan ini dipindahkan kepada kelompok Yulius Murib dari Kodap III, TPN/OPM wilayah Kali Kopi.

    "Ferdinand Worabay oleh TPN/OPM diduga juga merupakan bentukan satuan samping untuk mengetahui jalur pembelian senjata dari Razchool PNG, sehingga sanderanya dipindahkan kepada Yulius Murib," kata Henry.

    Terlepas dari masalah itu, lanjut Henry, pihaknya tidak langsung percaya begitu saja karena tetap meminta pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut hingga tuntas.

    "Kami harapkan adalah kerja keras dari pihak kepolisian untuk ungkap kasus ini. Karena sudah cukup lama keluarga korban, termasuk kami menunggu hasil dari penyidikan dan penyelidikan ini," katanya.

    Sementara itu, Mama Eny Tan, salah seorang tim pencari fakta kasus hilangnya 17 penumpang speedboat itu mengatakan pihaknya juga terus berupaya untuk mengumpulkan sejumlah fakta dan barang bukti lainnya agar kauss tersebut bisa cepat terungkap.

    Pihak keluarga juga terus bekerja untuk kumpulkan fakta dan bukti-bukti kuat bahwa 17 penumpang itu masih hidup dan diduga ditawan disuatu tempat yang kami juga belum tahu.

    Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan tetap melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait kasus itu. "Kasus ini memang sudah lama. Tapi kepolisian tetap melakukan penyidikan dan penyelidikan, mencermati sejauh mana kasus ini," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email