• Breaking News

    Saturday, June 28, 2014

    Sri Lanka Kerahkan 700 Prajurit untuk Bangun Rumah, Toko

    Tobapos -- Tujuh-ratus prajurit militer Sri Lanka pada Jumat mulai membangun puluhan rumah dan toko yang dirusak dan dibakar selama bentrokan antar-pemeluk agama pekan lalu sehingga menewaskan empat orang dan melukai tak kurang dari 40 orang lagi.

    Kerusuhan SARA meletus pekan lalu di objek wisata terkenal di Sri Lanka Selatan, Aluthgama dan Beruwala.

    Kerusuhan tersebut dipicu oleh kelompok garis keras Bodu Bala Sena (BBS), atau Satuan Tugas Buddha, yang menyelenggarakan pertemuan terbuka di daerah itu.

    Setelah pertemuan terbuka yang diwarnai pidato yang mengobarkan pertikaian rasial, massa mengamuk dan membakar puluhan rumah serta toko di daerah tersebut.

    Polisi dipaksa memberlakukan larangan orang keluar rumah selama hampir tiga hari sebelum keadaan bisa dikendalikan.

    Pemerintah telah berulangkali menghadapi kecaman dari partai oposisi serta masyarakat internasional karena gagal menyeret anggota BBS ke pengadilan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

    Namun Presiden Mahinda Rajapaksa telah berkali-kali berjanji akan melakukan tindakan hukum terhadap para pelaku bentrokan suku dan dalam beberapa pidato terbuka menyeru warga agar menahan diri.

    Pada Kamis (26/6) pemerintah mengalokasikan 200 juta rupee (1,5 juta dolar AS) untuk memperbaiki dan membangun kembali toko dan rumah umat Buddha dan Muslim yang rusak dalam bentrokan itu.

    Sebagian dana tersebut telah dialokasikan kepada militer, yang akan memanfaatkan 150 juta rupee (1,1 juta dolar AS) bagi pembangunan kembali sementara sisanya telah diberikan kepada para pejabat pemerintah kabupaten untuk memberi bantuan bagi proses itu.

    "Kami akan membangun rumah dan toko di Beruwala, Kaluthara, Mathugama dan Benthara yang rusak dalam bentrokan," kata Menteri Permukiman Guneratne Weeakoon kepada wartawan.

    Bentrokan menarik perhatian dan pengutukan luas global dari banyak pihak termasuk AS, Inggris dan Organisasi Negara Islam.

    Menteri Urusan Luar Negeri Prof. G.L. Peiris pekan ini mengadakan pertemuan buat diplomat tempat ia menjabarkan berbagai langkah yang diambil oleh pemerintah untuk memantau anasir fanatik. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email