• Breaking News

    Thursday, July 3, 2014

    Agar Penduduk Miskin Berkurang, Produktivitas Harus Ditingkatkan

    Tobapos -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan, peningkatan produktifitas masyarakat miskin merupakan solusi efektif yang dapat diupayakan agar jumlah penduduk miskin di Indonesia menurun secara drastis.

    "Kalau mereka bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan yang cukup, maka bisa keluar dari garis kemiskinan. Tapi pekerjaan itu harus dibantu, diintervensi oleh pemerintah," katanya di Jakarta, Rabu.

    Armida menambahkan, pemerintah dapat membuat program yang dapat meningkatkan produktifitas masyarakat miskin dengan menciptakan lapangan kerja di sektor tertentu seperti pertanian, kelautan maupun jasa.

    "Kalau mau keluar dari kemiskinan, harus meningkatkan produktifitas pekerja, tapi mereka masih terbatas karena pendidikannya kurang. Itu yang harus diperbaiki, mulainya dari infrastruktur dasar, kalau itu terbangun, baru ada penghasilan," katanya.

    Armida mengatakan, menurunkan jumlah penduduk miskin di Indonesia merupakan tugas yang berat, apalagi tahun ini belanja pemerintah untuk membangun sarana infrastruktur dasar mengalami pemotongan anggaran.

    Ia juga mengakui program perlindungan sosial serta pembenahan infrastruktur dasar yang telah dirumuskan pemerintah, dalam implementasinya tidak terlalu efektif untuk menekan tingkat kemiskinan di Indonesia.

    "Program perlindungan sosial seperti kluster satu sampai empat itu hanya agar masyarakat miskin dan yang rentan, tidak makin miskin. Kemudian untuk infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi di desa, juga belum 100 persen," katanya.

    Untuk itu, Armida mengharapkan alokasi belanja bantuan sosial untuk program pengentasan kemiskinan dapat bertambah tahun depan, dan tidak lagi mengalami pemotongan anggaran, agar target angka kemiskinan pemerintah tercapai.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2014 mencapai 28,28 juta orang atau 11,25 persen. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi pada Maret 2012 yang tercatat 29,25 juta orang atau 11,96 persen.

    Dengan penurunan jumlah penduduk miskin yang berlangsung seperti kecenderungan dalam beberapa tahun terakhir, maka target RPJMN angka kemiskinan yang ditetapkan 8-10 persen pada 2014 diperkirakan tidak akan tercapai. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email