• Breaking News

    Thursday, August 28, 2014

    Demonstrasi Berbau Rasis di Missouri Terus Berlanjut

    Tobapos -- Lebih dari 100 pengunjuk rasa berbaris secara damai di St Louis, Selasa, menyerukan penangkapan atas polisi kulit putih, yang menembak mati seorang remaja kulit hitam di Ferguson, Missouri, hampir tiga pekan lalu.

    Ketika malam tiba, sekelompok kecil sekitar 30 pengunjuk rasa berbaris sepanjang jalan itu, yang menjadi pusat unjuk rasa sejak kematian remaja 18 tahun Michael Brown di Ferguson, yang berpenduduk sebagian besar berkulit hitam dan pejabat paling terpilih dan polisi berkulit putih. Suasananya tenang dan kehadiran polisi terbatas.

    Polisi Ferguson Darren Wilson, yang menembak Brown, diberi cuti berbayar dan bersembunyi. Juri daerah St Louis mulai memeriksa bukti dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat melakukan penyelidikan mandiri.

    Kematian Brown memusatkan perhatian dunia pada tingkat hubungan antarras di Amerika Serikat dan membangkitkan kenangan lainnya perkara rasial lain, termasuk penembakan mematikan atas Trayvon Martin, warga Afrika-Amerika berusia 17 tahun, di Florida pada 2012.

    Keluarga dan pendukung Brown memperingati hidupnya pada Senin pada upacara pemakaman penuh musik di gereja St Louis, yang mengumandangkan seruan perdamaian dan pembaruan polisi.

    Penembakan pada 9 Agustus itu memicu unjukrasa rasial dua pekan, beberapa dengan bentrokan keras dan sejumlah penangkapan, tempat pengunjukrasa Wilson diperkarakan dalam kematian Brown. Unjukrasa lebih tenang dalam beberapa hari belakangan.

    Polisi menyatakan Brown berkelahi dengan Wilson, yang menembak dan membunuhnya. Tapi, beberapa saksi menyatakan Brown mengangkat tangannya dan menyerah ketika kepala dan dadanya ditembak beberapa kali.

    Korea Utara bergabung dengan jajaran musuh Amerika Serikat, yang menyoroti kerusuhan di Missouri, dengan menyebut negara adidaya itu kuburan hak asasi manusia dan harus mengurus diri sendiri daripada mengecam orang lain.

    Penembakan polisi terhadap remaja kulit hitam tak bersenjata dan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa sesudahnya di kota barat tengah, Ferguson, juga memberi Tiongkok, Iran dan Rusia peluru untuk menyuarakan kelemahan Amerika Serikat.

    Korea Utara, yang secara teratur dikutuk Washington dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, menyatakan Amerika Serikat tidak memiliki hak menilai orang lain. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email