• Breaking News

    Monday, August 25, 2014

    Jamkrida Bali Mandara Libatkan 'CGO' Jaring Nasabah

    Tobapos -- PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara melibatkan petugas pemasaran dan penjaminan lapangan atau "corporate guarantee officer (CGO)" untuk mengoptimalkan penjaringan nasabah pada berbagai bank dan pasar tradisional.

    "Petugas atau yang kami sebut CGO ini sudah bekerja semenjak Juli 2014. Harapan kami dengan adanya CGO, semakin banyak warga yang dapat memanfaatkan lembaga penjaminan milik Pemprov Bali ini untuk membantu pengembangan usaha mereka," kata Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara (JBM), Ketut Widiana Karya di Denpasar, Senin.

    Pihaknya untuk tahap awal merekrut tiga CGO yang bekerja untuk tiga zona. Masing-masing CGO bertanggung jawab untuk memelihara kerja sama dan menjaring nasabah baru di tiap zona.

    "Kami membagi zona kerja CGO itu yakni zona untuk Kabupaten Buleleng dan Jembrana, yang kedua zona untuk Karangasem, Bangli dan Klungkung, serta zona ketiga meliputi Kabupaten Tabanan dan Gianyar. Sedangkan untuk nasabah di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar sudah ditangani langsung oleh para karyawan yang bertugas di kantor pusat kami di Denpasar," ujarnya.

    Widiana menambahkan para petugas lapangan tersebut tugasnya mirip dengan marketing di bank. Bedanya mereka itu ditugaskan untuk memelihara kerja sama dengan pihak bank maupun nasabah yang mendapatkan penjaminan, termasuk menjaring nasabah baru.

    PT Jamkrida Bali Mandara (JBM) sejak efektif beroperasi 14 Juni 2011, sudah bekerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, PT Bank Andara, Sarana Bali Ventura, 23 bank perkreditan rakyat dan beberapa lembaga perkreditan rakyat. Kredit disalurkan lewat lembaga keuangan tersebut, selanjutnya penjaminan kreditnya melalui PT JBM.

    "Hingga saat ini, jumlah nasabah yang dijamin sekitar 13.600, dengan total nilai penjaminan sebesar Rp1,3 triliun. Kredit mikro dari pedagang-pedagang di pasar tradisional yang terbanyak menggunakan jasa penjaminan PT JBM atau jumlahnya sekitar 60 persen dari total nasabah," katanya.

    Widiana mengatakan sejauh ini pembayaran kredit dari para pedagang di pasar tradisional juga relatif lancar dan mayoritas nasabah merupakan para pedagang di Kota Denpasar seperti pedagang di Pasar Badung, Pasar Panjer dan Peninjoan.

    "Ke depan kami harapkan agar pengusaha mikro, kecil dan menengah dapat lebih memanfaatkan PT JBM karena peluang bagus untuk mengembangkan usaha di tengah ketatnya persaingan," ucapnya.

    Selain kredit mikro, beberapa produk penjaminan yang diberikan PT JBM adalah kredit multiguna, penjaminan kredit konstruksi pengadaan barang dan jasa, penjaminan kredit linkage program, penjaminan KUR, penjaminan surety bond, konsultasi manajemen dan produk terbaru berupa kontra bank garansi. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email