• Breaking News

    Thursday, August 28, 2014

    Polresta Medan Bekerja Keras Tertibkan Geng Motor

    Tobapos -- Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan harus bekerja keras menertibkan geng motor yang selama ini selalu meresahkan masyarakat di daerah itu, dan juga tidak segan-segan melukai korbannya.

    "Perbuatan kelompok geng motor tersebut cukup sadis dan menganiaya korban pengendara sepeda motor yang mencoba melakukan perlawanan, kata Pakar Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Pedastaren Tarigan, SH, di Medan, Rabu.

    Aksi geng motor tersebut, menurut dia, juga sangat brutal dan tidak memiliki prikemanusian, bagi korban yang tidak mau menyerahkan sepeda motornya dan langsung dibacok dengan senjata tajam berupa parang panjang maupun kelewang.

    "Jadi, tindakan kelompok geng motor yang beroperasi di Kota Medan harus secepatnya dihentikan aparat kepolisian, dan bila perlu diberikan tindakan tegas dengan cara ditembak di tempat, sehingga dapat memberikan efek jera bagi mereka," ucap Pedastaren.

    Dalam melancarkan aksinya, geng motor tersebut tidak pandang bulu, dan korbannya juga ada anggota polisi, pegawai negeri sipil, pegawai swasta, wartawan, mahasiswa, masyarakat dan lainnya.

    Dia mengatakan, banyak perampokan yang dilakukan kelompok geng motor di wilayah hukum Polresta Medan yang belum terungkap, hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab aparat keamanan tersebut.

    Bahkan, jelasnya, perampokan yang dilakukan geng motor itu, di beberapa tempat di Kota Medan, yakni di lokasi Ring Road, Jalan Sampali, Titi Kuning, Jalan Juanda, Wilayah Percut Sei Tuan dan beberapa lokasi lainnya.

    "Geng motor tersebut biasanya beroperasi diatas pukul 02.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB, dan dalam situasi keadaan sepi, dan tidak ada aparat berwajib" kata Kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Sumatera utara (USU).

    Pedastaren menambahkan, petugas kepolisian kewalahan dalam menertibkan aksi kekerasan yang dilakukan geng motor tersebut.
    "Kepolisian harus tetap melaksanakan razia setiap malam untuk menghentikan aksi geng motor yang membuat takut masyarakat ke luar rumah," kata Pedastaren.

    Sebelumnya, Iskandar Winata warga asal Tanjung Pura, yang tinggal di Jalan Perbatasan Kecamatan. Medan Johor, dibaacok hingga tewas oleh empat perampok bersenjata tajam di Jalan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (23/8) dini hari.

    Korban tewas akibat luka bacok di paha sebelah kanannya yang cukup parah, karena berusaha mempertahankan sepeda motornya.

    Sementara, teman korban Marian Suhadi (20) berhasil selamat meski mendapat luka tusukan diperut dan dibagian kepalanya. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email