• Breaking News

    Thursday, August 21, 2014

    Tambang untuk Generasi Mendatang, Moratorium di Aceh Diperkuat

    Tobapos -- Aktivis lingkungan di Aceh meminta pemerintah melahirkan peraturan gubernur (Pergub) atau instruksi gubernur (Ingub) tentang moratorium tambang sebagai upaya bersama mencegah kerusakan lingkungan lebih parah di sejumlah daerah di provinsi itu.

    "Ada keseriusan Gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk menyelamatkan kerusakan lingkungan akibat penambangan. Tapi, keseriusan itu bisa lebih tegas dengan adanya Pergub atau Ingub," kata juru bicara LSM/CSO Lingkungan TM Zulkfikar di Banda Aceh, Rabu.

    Hal tersebut disampaikan seusai pertemuan dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dengan sejumlah perwakilan LSM/CSO Lingkungan di provinsi berpenduduk sekitar 5 juta jiwa itu.

    Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah juga menjelaskan tentang beberapa masalah yang terkait dengan aksi penambangan ilegal di beberapa daerah di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

    "Mengenai penambangan ilegal saat ini kami sudah membuat moratorium terutama bijih besi, emas dan lain sebagainya. Kita atas nama Forkorpimda bersama Wali Nanggroe sudah membuat seruan bersama kepada masyarakat agar tidak melanjutkan praktik tersebut," katanya.

    Pemerintah Aceh sedang mencari solusi terbaik mengenai mata pencaharian alternatif bagi masyarakat penambang.

    "Kita tentu saja berharap, di masa yang akan datang masyarakat tidak lagi menambang dengan cara yang salah karena hal tersebut memang mendatangkan keuntungan, namun dampaknya akan sangat buruk bagi kesehatan masyarakat yang ada disekitar lokasi penambangan." kata gubernur.

    Zaini menjelaskan, modus baru para penambang adalah dengan membawa material yang diduga mengandung emas dari lokasi penambangan ke rumah mereka masing-masing untuk kemudian dipisahkan mana emas dan bukan.

    "Hal itu tentu saja sangat membahayakan kondisi kesehatan masyarakat. Dampak dari pemisahan material emas yang menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya akan masuk ke dalam air tanah dan mencemari sumur-sumur warga. Dibeberapa desa sudah terbukti terjadi terjadi pencemaran," katanya menambahkan.

    Gubernur juga menyerukan masyarakat agar mentaati seruan bersama dari Forkorpimda dan Wali Nanggroe. Jangan sampai usaha yang dilakukan untuk memperbaiki ekonomi keluarga justru menjadi malapetaka, tidak hanya bagi keluarga tapi lebih luas lagi kepada masyarakat sekitar. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email