• Breaking News

    Thursday, August 28, 2014

    TNI Tetap Dilibatkan dalam Sosialisasi KB

    Tobapos -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional tetap mempertahankan Bintara Pembina Desa dari unsur TNI Angkatan Darat untuk membantu menyosialisasikan program Keluarga Berencana kepada masyarakat.

    Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Ambar Rahayu di Mataram, Rabu, mengatakan pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD) sejak lama dalam rangka memotivasi masyarakat agar mau menjadi akseptor Keluarga Berencana (KB) secara aktif.

    "Kerja sama sudah terjalin sejak lama. Bahkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) diperbarui setiap tiga tahun sekali," katanya usai menjadi pembicara pada acara evaluasi kinerja semester I instansi yang terkait dengan program KB, baik di tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Setiap kali penandatanganan MoU, kata dia, pihaknya selalu mengundang para Komandan Resor Militer (Danrem) dari seluruh provinsi di Indonesia, untuk mengikuti pembekalan di Jakarta, tentang program KB.

    Sementara di tingkat daerah, BKKBN Provinsi mengundang para Komandan Distrik Militer (Kodim) dan Komandan Rayon Militer (Danramil) dan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk diberikan pelatihan dan pemahaman mengenai KB, sehingga mereka bisa memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

    "Memang tidak bisa secara serentak seluruh Babinsa diberikan pelatihan setiap tahun, tapi secara bertahap," ucap Ambar.

    Menurut dia, para babinsa yang terlibat sebagai penyuluh KB mendapatkan dana operasional pergerakan pencarian akseptor KB.

    "Dana itu resmi. Jadi siapapun yang berfungsi menjadi penyuluh KB, apakah itu bidan desa, babinsa kalau dia bisa merekrut akseptor KB itu ada dana pergerakan," katanya.

    Selain mencari akseptor KB, lanjut Ambar, dana operasional pergerakan itu juga diperuntukkan untuk pemberdayaan pembinaan keluarga balita, keluarga remaja dan keluarga lanjut usia serta kegiatan lain yang menyangkut program KB.

    Selain melibatkan unsur TNI AD, BKKBN juga bekerja sama dengan bidan desa, organisasi keagaaman, seperti Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan dan organisasi lainnya, seperti Praja Muda Karana (Pramuka).

    Mereka dilibatkan dalam rangka menggerakan masyarakat menjadi akseptor KB aktif dalam rangka mengatur jumlah anggota keluarga yang ideal.

    "Upaya menjalin kerja sama dengan semua pihak sebagai salah satu cara menyiasati semakin berkurangnya tenaga penyuluh lapangan KB," kata Ambar. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email