• Breaking News

    Thursday, November 6, 2014

    Harga Minyak Naik Setelah Persediaan AS Naik

    Tobapos -- Minyak berjangka AS berbalik naik tajam pada Rabu (Kamis pagi WIB) dari kemerosotan hari-hari sebelumnya, setelah laporan persediaan minyak mentah AS menunjukkan peningkatan lebih rendah dari perkiraan.

    Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, naik 1,49 dolar AS atau 1,9 persen, menjadi ditutup pada 78,68 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

    Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember menetap di 82,95 dolar AS per barel di perdagangan London, naik moderat 13 sen dari tingkat penutupan Selasa, tetapi masih meningkat kembali dari kerugian intra hari.

    Pasar minyak hidup kembali setelah Departemen Energi AS (DoE) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah negara itu naik sebesar 500.000 barel dalam pekan yang berakhir 31 Oktober.

    Kenaikan itu jauh lebih sedikit daripada kenaikan 2,2 juta barel pada rata-rata perkiraan para analis, menurut survei Dow Jones Newswires.

    Selama empat minggu sebelumnya, persediaan minyak mentah telah naik sekitar 23 juta barel.

    Pasokan minyak mentah di terminal Cushing, Oklahoma, yang diawasi secara ketat, turun 600.000 barel, dan stok bensin turun 1,4 juta barel, secara luas melampaui perkiraan penurunan sebesar 300.000 barel.

    Andy Lipow, dari Lipow Oil Advisors, mengatakan laporan DoE berada pada "sisi bullish" karena penarikan persediaan dan peningkatan penggunaan kilang-kilang.

    Data menunjukkan kilang beroperasi pada 88,4 persen dari kapasitas mereka, dibandingkan dengan 86,6 persen minggu sebelumnya, menunjukkan semakin banyaknya permintaan minyak konsumen minyak mentah terbesar dunia itu, kata Lipow.

    Laporan media tentang kebakaran pipa diprodusen utama OPEC Arab Saudi, Rabu, juga membantu mendukung pasar minyak, kata Lipow.

    Departemen pertahanan sipil Arab kemudian mengumumkan pipa itu "secara tak sengaja rusak" oleh pekerjaan di daerah itu, dan kebakaran telah bisa di atasi.

    Pasar minyak berbalik naik dari aksi jual besar pada Selasa, yang membawa WTI ke penutupan terendah sejak Oktober 2011 dan Brent ke tingkat terendah sejak Oktober 2010, setelah Arab Saudi memangkas harga minyak mentah yang dijual ke pasar AS.

    Analis menafsirkan pergerakan tersebut sebagai upaya untuk mempertahankan pangsa pasar di Amerika Utara terhadap membanjirnya minyak yang lebih murah dari ladang-ladang serpih AS.

    Menurut DoE, produksi AS mencapai rekor 8,97 juta barel minyak per hari pekan lalu. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email