• Breaking News

    Tuesday, November 11, 2014

    Kasal Kukuhkan Batalyon Infanteri-10 Marinir

    Tobapos -- Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio mengukuhkan beroperasinya Batalyon Infanteri-10 Marinir Satria Bhumi Yudha di Pulau Setoko Batam, Senin, yang dibangun sejak 2013.

    "Hari ini sangat monumental dan bersejarah bagi jajaran TNI AL khususnya marinir. Karena pada hari ini diresmikan beroperasinya Batalyon Infanteri-10 Marinir," kata Marsetio usai upacara pengukuhan di Setoko, Batam, Senin.

    Prajurit Batalyon Infanteri-10 Marinir, yang dikomandani Letkol Marinir Kresno Pratowo, kata dia, akan bertugas menjaga keutuhan NKRI dan turut melakukan pengamanan kawasan Selat Malaka dari segala bentuk kejahatan dan ancaman dari luar.

    "Tugas utamanya untuk membantu mengamankan kegiatan-kegiatan ilegal sepanjang Selat Malaka, Selat Singapura maupun diwilayah Kepri ini. Diharapkan akan menyatu dan bersinergi dengan Kepolisian dan instansi lain di daerah," kata dia.

    Batalyon Infanteri-10 Marinir merupakan bagian dari Brigade Marinir-3 yang bermarkas di Lampung. Batalyon ini memiliki kemampun yang spesifik, bersifat lebih khusus daripada Marinir lain.

    "Karena lebih khusus dibandingkan Marinir lain, komandannya pun diambil dari Detasemen Jalamangkara," kata Marsetio.

    Markas Batalyon Infanteri Marinir-10 berdiri di atas lahan seluas 37 hektare dan dilengkapi markas batalyon, markas kompi, barak kompi, balai prajutit, helipad, mess perwira, mess tamtama, rumah dinas, garasi angkutan dan rantis, dapur, lapangan apel, fasilitas olahraga, balai pengobatan, lapangan tembak sepanjang 600 meter, dan sarana ibadah dan dermaga yang akan dibangun mulai 2015.

    "Kepada seluruh anggota Batalyon Infanteri-10 Marinir agar menjadi pasukan ujung tombak negara Indonesia, menjunjung tinggi kedisiplinan, dan memberi nilai tambah terutama wilayah Kepri, khususnya Batam," kata dia.

    Batalyon Infanteri-10 Marinir juga diperkuat dengan dua tank amfibi BMP-3 F, dua unit LVT-7, dua unit kendaraan tempur BVP-2 anti-serangan udara, dua unit peluncur roket multilaras RM-70/Grad, empat unit kendaraan taktis Colorado dengan senjata GPMG, dan dua unit Jeep KIA dengan senjata GPMG.

    "Kedisiplinan dalam pasukan itu sendiri, menjadi cermin yang baik untuk seluruh masyarakat Indonesia," kata dia.

    Selain itu, Marsetio juga berpesan agar prajurit Batalyon Infanteri-10 Marinir menjunjung tinggi adat Melayu dimana mereka bertugas.

    "Kerja sama yang baik dengan instansi lain, masyarakat harus dibangun demi menjaga keamanan wilayah perbatasan," kata Marsetio. (ant/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email