• Breaking News

    Wednesday, November 4, 2015

    Bersaing dengan SMP, Siswa Madrasah Menangi Lomba Penelitian

    Tobapos -- Siswa madrasah kembali mengukir prestasi. Setelah beberapa bulan lalu, siswa siswi madrasah berhasil  menjadi  juara pada ajang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) LIPI 2015, kini giliran siswa-siswa MTs Yanbu’ul Qur’an Kudus  meraih medali emas pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat SMP yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Bali pada 25-29 Oktober 2015.

    Siswa MTs Yanbu’ tersebut adalah Alin Adzkanuha, Abdullah Faqih, dan Muhammad Nasim Mubarok. Uniknya, selain unggul di bidang akademik, mereka adalah hafidz (penghafal) al-Qur’an. Abdullah Faqih dan Muhammad Nasim Mubarok hafal 30 juz, sedangkan Alin Adkanuha masih 18 juz.

    “Minat penelitian mereka tumbuh, sejak berdirinya divisi KIR (Karya Ilmiah Remaja) delapan bulan yang lalu. Divisi ini berada di bawah Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an yang menaungi MTs dan MAS. Kegiatan KIR untuk siswa-siswi MTs dilaksanakan setiap hari Jumat. Tahap awal pesantren untuk mengembangkan riset adalah mempersiapkan pembangunan gedung dan laboratorium serta menyemangati siswa-siswinya untuk mengikuti lomba,” ungkap Kepala MTs Yanbu’ul Qur’an, Sulis Fanani, Kudus, Selasa (03/11), dikutip dari kemenag.go.id. 

    Siswa-siswi MTs Yanbu’ul Qur’an sebelumnya juga pernah meraih Juara I Lomba Karya iLmiah di MAN 1 Surakarta, juara I Lomba Karya Ilmiah di SMA Darul Ulum, dan Juara I Lomba Karya Ilmiah di Universitas Negeri Yogyakarta. Terakhir, ketiga siswa MTs Yanbu’ul Ulum meraih medali emas pada LPIR Nasional kategori  ‘Lomba Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa’.  Judul karya ilmiah mereka adalah “T-Fanter 25: Teknologi Lingkungan Penyaring Udara Termodifikasi Sebagai Upaya Degradasi Polutan Asap Rokok di Smoking Area.”

    Menurut Fanani, pada ajang LPIR ini, ketiga siswa binaannya menciptakan alat T-Fanter 25. Alat ini bisa mendegradasi kadar CO2 dalam asap rokok, dari 60 persen menjadi 14 persen. Abdullah Faqih—sebagai ketua Tim—menceritakan bahwa gagasan menciptakan alat ini berawal dari tugas guru pembimbing, Muhammad Sam’an, untuk meneliti apa yang terjadi di sekitar kita. Mereka melihat banyak asap rokok dan berpikir bagaimana mengurangi asap tersebut untuk diproses menjadi udara yang segar kembali.  

    “Setelah gagasan tersebut disetujui, kami diminta untuk mencari kasus-kasus yang mirip di jurnal-jurnal ilmiah. Setelah itu, kami bekerjasama dengan Universitas Diponegoro untuk melakukan bimbingan, dengan salah satu dosen di sana. Namanya Pak Heri,” tutur Alin Adzkanuha.

    Hampir empat bulan mereka membuat formula-formula alat tersebut dan mengalami kegagalan berulang kali. Biaya yang dihabiskan dalam pembuatan alat ini sekitar tujuh juta.  Bahan-bahan alat tersebut terdiri dari alumunium, lampu UV, Nanopartikel TiO2, Karbon Aktif, Auabidest dan Larutan TEOS.

    “Yang membuat kami tampil beda adalah bukan hanya karena alat yang kami ciptakan, tetapi ketika kami presentasi kami mengenakan peci dan juga berargumentasi dengan dalil-dalil al-Qur’an, yakni QS. Al-A’raf ayat 46,” kata Abdullah Faqih.

    “Kami akan mengembangkan alat ini biar bisa bekerja secara efisien dan efektif, serta menyempurnakan design-nya,” ungkap Abdullah Faqih dengan wajah berseri-seri.

    Selain mendapatkan medali, atas prestasi ini, mereka juga mendapatkan uang pembinaan, masing-masing  lima juta rupiah. Mereka juga berharap agar alat ini bisa dikembangkan dan bisa digunakan untuk mengatasi bencana asap yang terjadi akhir-akhir ini.  (adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email