• Breaking News

    Tuesday, November 10, 2015

    Investasi dan Belanja Anggaran Negara Serap Tenaga Kerja

    Tobapos -- Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemenaker Sugiarto Sumas optimis, penyerapan tenaga kerja pada akhir tahun 2015 dan awal tahun 2106  akan meningkat sehingga angka pengangguran menurun.

    Faktor pendukung naiknya penyerapan tenaga kerja adalah masuknya arus  investasi ke berbagai daerah di Indonesia, pembangunan infrastruktur dan meningkatnya penyerapan anggaran belanja pemerintah di akhir tahun

    "Masuknya investasi belakangan ini berdampak positif terhadap penye rapan tenaga kerja. Bukan hanya pada sektor yang bersangkutan, tetapi juga ke sektor-sektor lain yang terkait karena multiplier efek," jelas Kepala Barenbang Sugiarto Sumas, di kantor Kemnaker, Senin (9/11).

    Turut hadir dalam kesempatan ini  Ikut 2 pakar ekonomi & ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada Prof Mudrajad Kuncoro dan dari Institut Pertanian Bogor  Prof Muhammad Firdaus.

    Sumas mengatakan berdasarkan simulasi menggunakan tabel Input Output, multiplier tenaga kerja di Indonesia rata-rata sebesar 1,98. Artinya, jika ada penyerapan tenaga kerja di sektor tertentu sebanyak 1 orang, maka secara total akan menambah tenaga kerja di seluruh sektor sebesar 1,98 kali lipat.

    "Dengan demikian diperkirakan pada kuartal 4, masuknya arus investasi dari dalam dan luar negeri akan membawa dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja akan mencapai 740.000 orang," kata Sumas.

    selain itu, faktor lain yang dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja adalah belanja pemerintah pada kuartal 4 diujung tahun 2015 meningkat signifikan. Laporan Kementerian Keuangan, anggaran belanja pemerintah pusat pada 2015 sebesar Rp1.392 triliun, dari jumlah itu Rp290 triliun untuk infrastruktur.

    "Pada sektor ini akan serap langsung 270.831 orang tenaga kerja, dimana karena efek multiplier 2.08 maka secara keseluruhan akan tercipta tenaga kerja baru sebanyak 563.328 orang," kata Sumas.

    Lebih jauh diakuinya, prekonomian Indonesia hingga kuartal 3 tahun 2015, masih mengalami tekanan dan perlambatan. Era globalisasi ekonomi yang tidak bisa dibendung, pada akhirnya mem berikan pengaruh besar dalam per lambatan ekonomi global. Antara lain perlambatan pertumbuhan ekonomi di Cina, pengetatan kebijakan moneter di AS dan kemerosotan nilai rupiah terhadap US Dollar.

    "Dibutuhkan kerja keras untuk menahan efek negatif dari pengaruh global ini. Terutama dalam mempertahankan kewajaran nilai tukar rupiah dan menurunkan jumlah pengangguran," papar Sugiarto.

    Dikatakan, saat ini performa industri sedang mengalami pnurunan, antara lain dapat dilihat dari penurunan ekspor. Namun masih diikuti oleh penurunan impor, sehingga neraca perdagangan masih positif. Artinya pemerintah masih bisa mempertahankan devisa dan perusahaan masih dapat memperoleh profit.

    Disebutkan, dari sisi investasi, secara umum kawasan Asia Pasific merupakan satu-satunya wilayah yang investasinya naik. Pada 2015 investasi naik 9,2%, dimana Indonesia mndapat porsi nilai investasi tertinggi di ASEAN, yaitu 31%. Dari laporan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), hingga kuartal III tahun 2015, total realisasi investasi yangmasuk Indonesia Rp400 triliun atau naik 16,7% dibanding kuartal III tahun 2014. Nilai ini sudah menvapai 77% nilai target investasi tahun 2015. (rilis)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email