• Breaking News

    Wednesday, November 18, 2015

    Menaker: TKI Kerja Restoran dan Hotel di Macau Gajinya bisa 18 Juta

    Tobapos -- Pemerintah Indonesia menyambut baik adanya peluang lapangan kerja di Macau bagi para tenaga kerja Indonesia (TK) yang bekerja di bidang industri hospitality (restoran dan perhotelan).

    Gaji yang ditawarkan pun cukup menjanjikan. Untuk pekerjaan-pekerjaan di bidang di hospitality, minimal gaji yang diterima TKI bisa mencapai HK$6.000-10.000, setara kurang lebih 10-18 Juta Rupiah per bulannya.

    "Kita berusaha memanfaatkan peluang ini sebaik baiknya. Namun sistem penempatan dan perlindungan TKI  perlu disiapkan kedua negara supaya berjalan lancar dan baik serta memberikan kesejahteraan dan perlindungan optimal bagi TKI,” Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di kantor Kemnaker pada Selasa (17/11)

    Hal tersebut diungkapkan Menaker Hanif saat menerima kunjungan Konjen KJRI Hong Kong Chalief Akbar Tjandraningrat. Hadir pula dalam kesempatano ini Dirjen Binapenta Kemnaker Hery Sudarmanto dan Dirjen Binalattas Kemnaker Khairul Anwar serta beberapa perwakilan agensi TKI Hongkong dan Macau.

    Selain itu, peluang pasar tenaga kerja untuk sektor konstruksi juga sangat menjanjikan, karena pembangunan di Macau sudah mulai berjalan cepat sehingga permintaan pekerja yang memiliki skill sebagai ahli konstruksi sangat tinggi.

    Hanif mengatakan pemerintah siap memfasilitasi pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal ke Macau menyusul besarnya potensi lapangan kerja yang tersedia Pemerintah melihat ini sebagai peluang yang cukup baik bagi tenaga kerja kita untuk bekerja disana, terutama di sektor Formal.

    “Terkait dengan itu, kami akan melakukan pengkajian secara lebih mendalam, soal aturan, perlindungan, dan mekanismenya. Kita lihat itu sebagai peluang, pemerintah Indonesia berkewajiban untuk memastikan tenaga kerja Indonesia yang dikirim kesana harus mendapat perlindungan dan pelayanan tenaga kerja yang baik,” kata Hanif

    “Peluang lapangan kerja ada sekitar 60 ribu, kuota berkembang menjadi 240 ribu. Jadi ini memang sangat besar bila kita masuk dari sektor formal ini. Gajinya besar, sangat menarik, jauh lebih besar dari gaji di Saudi Arabia,” kata Hanif.

    Tak hanya itu, peluang pasar tenaga kerja untuk sektor konstruksi juga sangat menjanjikan, karena pembangunan di Macau sudah mulai berjalan cepat sehingga permintaan pekerja yang memiliki skill sebagai ahli konstruksi sangat tinggi.

    “Peluang kerja sebagai TKI  formal seperti ini harus segera ditindaklanjuti dan disiapkan. Informasinya harus segera disebarluaskan kepada masyarakat dan calon TKI agar mereka benar-benar mempersiapkan diri dengan baik dan melengkapi dokumen kerja yang dibutuhkan,” kata Hanif.

    Hanif meminta kepada Konjen KJRI Hong Kong Chalief Akbar Tjandraningrat dan Dirjen Binapenta Kemnaker Hery Sudarmanto untuk melakukan kajian lebih  mengenai format kerjasama penempatan dan perlindungan TKI di Macau ini.  (rilis)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email