• Breaking News

    Thursday, November 5, 2015

    Negara-negara OKI Latih Pekerja Palestina

    Tobapos -- Konferensi Menteri-Menteri Ketenagakerjaan Organisasi  Kerja sama Islam (OKI) ketiga yang mengusung tema  "Mainstreaming Youth Employment and Occupational Safety and Health" telah menghasilkan rancangan kerja  sama berupa Deklarasi Jakarta.

    Keputusan ini diambil  selama selama 3 hari mereka menggelar sidang di jakarta yang dipimpin langsung oleh Menaker RI M. Hanif Dhakiri.

    "Hasil pertemuan hari ini ada tiga dokumen yang sudah disahkan. Pertama, laporan penyelenggaraan, kedua  Resolusi Jakarta', dan ketiga Deklarasi Jakarta, Alhamdulillah kita telah selesaikan dengan baik semua  agenda sidang yang sudah kita sepakati," ujar Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam keterangan person Biro Humas Kemnaker pada Minggu (1/11).

    Menteri Hanif menyampaikan ucapan terimakasih atas semangat dan kerjasama yang tinggi oleh para menteri  yang hadir dalam sidang KTT Menteri Ketenagakerjaan OKI di Jakarta. Hal itu disampikan Hanif saat memimpin  sidang terakhir sekaligus menutup acara ini secara resmi.

    "Saya sungguh senang dan bangga atas aktifnya para peserta sidang dan semua delegasi yang hadir. semoga pertemuan kita ini bisa membawa perbaikan bagi para  pekerja kita semua," terangnya.

    Dalam draf Deklarasi Jakarta yang sudah disepakati oleh semua peserta sidang tersebut, terdapat 12 pokok poin  yang disepakati. Ke 12 poin itu antara lain, pertama, mendorong pentingnya kolaborasi dalam mengurangi  pengangguran pada negara-negara anggota OKI.

    Kedua, meminta Pusat Pelatihan dan Penelitian Sosial,  Ekonomi, dan Statistik Negara-negara Islam (SESRIC) untuk merancang proposal strategi pemasaran tenaga kerja bagi negara anggota OKI.

    Ketiga, meningkatkan perlindungan terhadap pekerja dari negara-negara OKI, termasuk perlindungan sosial melalui hukum dan peraturan Negara Keempat, mempromosikan prinsip ketenagakerjaan  internasional sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja. Kelima, memperkuat implementasi yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan (K3) para pekerja.

    Keenam, mempromosikan mobilitas pekerja atau buruh secara adil, aman, dan terarah melalui peraturan hukum  yang relevan dan sesuai dengan standar organisasi tenaga kerja internasional (ILO).

    Ketujuh, mendukung segala upaya untuk mengurangi pembayaran ke luar negeri bagi pekerja asing dan sekaligus merampingkan prosedur pembayaran uang asing.

    Kedelapan, mempromosikan kebijakan yang memaksimalkan keuntungan dan mengurangi resiko migrasi dan menghilangkan hambatan bagi pekerja.

    Kesembilan, meningkatkan kondisi dan mengurangi hambatan yang dialami remaja, wanita, atau penyandang disabilitas dalam upaya mencari pekerjaan.

    Kesepuluh, memperluas dan melaksanakan program-program nasional untuk meningkatkan peluang pekerjaan bagi pemuda dengan mengembangkan kemampuan  mereka.

    Kesebelas, mewujudkan program eksekutif bagi implementasi kerangka kerja OKI untuk bekerjasama pada perlindungan tenaga kerja melalui pertukaran informasi, riset bersama, loka karya, atau seminar.

    Lalu poin terakhir ialah memberikan segala bentuk  dukungan dan pelatihan bagi pekerja Palestina untuk
    meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

    Pertemuan antar menteri tenaga kerja ini merupakan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Tenaga Kerja yang  tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang membahas isu mengenai ketenagakerjaan yang berkembang di negara-negara Islam.

    Dalam pertemuan tersebut sebanyak 33 negara telah  menyatakan kehadirannya, ditambah dua negara pemantau  dan satu negara "subsidiary bodies" OKI, dengan jumlah delegasi yang hadir mencapai 175 orang.

    Delegasi tersebut terdiri dari 17 menteri, 18 orang pejabat mewakili menteri (setingkat wakil menteri atau duta besar), 133 delegasi lain dari negara anggota, dan 32 sekretariat OKI.

    Sebagai tuan rumah, Indonesia juga mengusulkan agar pertemuan tersebut menghasilkan komitmen berupa  Deklarasi Jakarta Yang secara garis besar berisikan komitmen untuk penciptaan lapangan kerja, khususnya  bagi kaum muda.Selanjutnya, perlindungan bagi pekerja migran, memperkuat pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengembangan kapasitas tenaga kerja muda dan disabilitas. (rilis)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email