• Breaking News

    Tuesday, November 10, 2015

    Pesawat-Pesawat Ini akan Membuat Bangga Rakyat Indonesia

    Tobapos -- Pesawat transportasi nasional hasil karya anak bangsa diperlukan dalam rangka membangun konektivitas nusantara. Hal tersebut didasarkan pada kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang tersusun lebih dari 17.000 pulau. Untuk itu, berdasarkan hasil litbang Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) LAPAN, pesawat N-219 dengan kapasitas 19 penumpang dinilai efektif dan efisien sebagai pesawat transportasi nasional, dikutip dar Lapan.go.id

    Selain itu, pesawat tersebut berpeluang besar laku di pasaran. Pertama, jumlah armada pesawat dengan segmen 10 – 19 penumpang saat ini usianya telah melewati 25 tahun, padahal batas operasionalnya hanya 30 tahun. Ini berarti banyak pesawat yang akan “dipensiunkan”. Diharapkan pada 2017, pesawat N-219 mampu menggantikan pesawat yang telah ada di jajaran pesawat perintis yang ke depannya tidak akan diproduksi kembali.

    “N-219 diciptakan atas dasar pemenuhan kebutuhan pesawat perintis nasional,” ujar Kepala Pustekbang LAPAN Gunawan Setyo Prabowo dalam kegiatan pra roll out pesawat N-219 di Bandung, pada Rabu (4/11). Menurut Gunawan, LAPAN telah mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan program pengembangan pesawat N-219 pada 2016. Selain itu, ia menambahkan, LAPAN juga tengah mengusulkan penambahan sumber daya manusia (SDM) untuk program pesawat transportasi nasional dalam jangka panjang.

    Menyusul N-219, LAPAN mencanangkan pengembangan pesawat N-245 dan N-270, masing-masing berpenumpang 45 orang dan 70 orang. Pengembangan N-245 direncanakan dimulai pada 2017, lalu diikuti pengembangan N-270 pada 2019.

    Pada kegiatan pra roll out tersebut, PT. DI juga menjelaskan proses pembuatan purwarupa pesawat N-219 telah memasuki tahap perakitan akhir. Rencananya, dalam waktu dekat akan memasuki proses roll out, di mana pesawat yang telah dirancang secara utuh dan berbentuk pesawat asli dikeluarkan dari hanggar. Setelah itu, pesawat tersebut akan memasuki uji sertifikasi dan direncanakan uji terbang perdana pada 2016.

    Pesawat ini juga diharapkan mampu menjawab permasalahan landasan pendek di berbagai daerah. Sebagai contoh di Papua, sekitar 90 persen dari 310 bandara di sana memiliki panjang landasan kurang dari 800 meter. Kemudian, program pengembangan pesawat transportasi nasional oleh LAPAN akan jadi solusi permasalahan di daerah-daerah terpencil di Indonesia, termasuk perbedaan mencolok harga-harga komoditas antara kota besar dengan daerah terpencil. (adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email