• Breaking News

    Sunday, November 15, 2015

    Sejarah Alumni India: Belajar ke Hindustan

    Tobapos -- Hubungan kultural antara Indonesia pra kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan, sudah terjalin sejak lama.

    Tercatat pada abad ke-7, Kerajaan Sriwijaya sudah menjadi pusat pengembangan agama Buddha di Nusantara. Sistem pendidikan di Sriwijaya akan dilanjutkan dengan perkuliahan di Universitas Nalanda, sebuah universitas tertua di Asia terletak di Benggala, yang sekarang terletak di Bihar.

    Sayang, tidak diketahui siapa saja tokoh sejarah pribumi saat itu yang kuliah sampai ke India.

    Akan tetapi, para sarjana Cina disebut dalam sejarah, akan selalu kuliah di Sriwijaya tersebuh dahulu sebelum ke India.

    ---

    I-Tsing dua kali datang ke Srivijaya I-Tsing (634-713) seorang pendeta Buddha dari negeri Tiongkok yang terkenal dalam perjalanannya ke India pada tahun 671. Dia mengatakan, dia berlayar dari negeri Tiongkok ke Srivijaya dengan kapal saudagar Persia. Pelayaran selanjutnya ke India dengan kapal Raja Srivijaya. Di Srivijaya sebelum pergi ke India ia belajar bahasa Sansekerta selama 6 bulan. Ini membuktikan betapa pentingnya Srivijaya sebagai pusat untuk mempelajari Agama Buddha Mahayana pada waktu itu. Ia mengatakan di Srivijaya ada lebih dari 1000 biksu, aturan dan tata upacara mereka sama dengan di India demikian juga Agama Buddha Mahayana yang ada di negeri Tiongkok.

    Tahun 685 I-Tsing setelah belajar selama 10 tahun di Universitas Buddha Nalanda di Benggala, ia kembali ke Srivijaya dan tinggal di sana sekitar 4 tahun untuk menterjemahkan teks Agama Buddha dari bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Mandarin. Ia juga mencatat Vinaya dari Sekte Sarvastivada. Tahun 689 karena keperluan mendesak akan alat-alat tulis dan pembantu, ia pulang ke Canton Selatan, kemudian ia kembali ke Srivijaya dengan 4 orang teman dan tinggal di sana untuk merampungkan memoirnya tentang Agama Buddha pada masanya. Memoir ini diselesaikan dan dikirim ke Tiongkok tahun 692, dan tahun 695 ia kembali ke Tiongkok. Bersamaan waktu dengan I-Tsing juga teman-temannya dari Tiongkok sebanyak 41 bhiksu yang mahasiswa datang belajar Agama Buddha Mahayana di Srivijaya. Adalah sangat disayangkan bahwa tidak terdapat peninggalan buku-buku Agama Buddha Mahayana dari Zaman Srivijaya sebagai pusat pendidikan Agama Buddha yang bernilai internasional pada masa itu.

    Sumber: https://nchistoriaedu26.wordpress.com/sejarah/asal-mula-perkembangan-agama-buddha-di-indonesia/
    -----

    Ini merupakan bukti sejarah hubungan kultural antara India dan Indonesia, di mana kemungkinan besar, banyak mahasiswa dari Nusantara yang kuliah ke India. Walaupun begitu, tidak tertutup kemungkinan akan banyaknya mahasiswa Nusantara yang kuiah di India, mengingat sejak awal Masehi, Kerajaan Kutai sudah berdiri di Kalimantan dengan pengaruh budaya India.

    Saat era Islam dan Mughal di India, hubungan dengan Nusantara semakin intens. Hubungan India dengan kerajaan-kerajaan Islam Nusantara terjalin dengan baik. Di Indonesia, ada teori Gujarat, yang menjadi salah satu jalur penyebaran Islam, dan ini termasuk hubungan studi.

    Hubungan pendidikan antara India, Kesultanan Aceh, Samudera Pasai, Kesultanan Deli dan lain sebagainya menjadi bukti bahwa banyak mahasiswa Nusantara saat itu yang kuliah atau berkelana sampai ke India. Hal itu dapat dilihat dalam biografi para pengelama zaman dahulu, baik dari Nusantara maupun asing, seperti Hamzah Fansuri dan Ibn Batutah.

    Pada zaman Belanda, semakin banyak warga Indonesia yang kuliah ke India, mengingat India menjadi jalur bagi rakyat Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji.

    Setalah kemerdekaan, kuliah ke India sudah semakin mudah dengan baiknya hubungan kedua negara. India juga menyediakan beasiswa ICCR dan kedua negara tergabung dalam Colombo Plan yang menjadi bagian dari Konferensi Asia Afrika. (http://iccr.gov.in/, http://www.iccrindia.net/scholarshipschemes.html, http://www.colombo-plan.org/ http://www.aacc2015.id/)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Opini

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email