• Breaking News

    Friday, December 4, 2015

    Kemnaker Canangkan Gerakan Nasional Non Diskriminasi di Tempat Kerja

    Tobapos -- Kementerian Ketenagakerjaan mencanangkan Gerakan Nasional Non Diskriminasi di Tempat Kerja untuk membangun dan menggalang kepedulian bersama terhadap pencegahan dan penghapusan praktek diskriminasi di semua tempat kerja.

    Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Haiyani Rumondang mengatakan semua stake holder yang terkait di bidang ketenagakerjaan harus bekerja sama untuk mencegah dan menghapus  praktek diskriminasi atau ketidaksetaraan di tempat kerja.

    “Semua pihak harus sepakat untuk menerapkan kesempatan dan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dalam pekerjaan,” kata Dirjen Haiyani Rumondang seusai acara pencanangan Gerakan Nasional Non Diskriminasi di Tempat Kerja di Jakarta pada (1/12).

    Dirjen Haiyani mengatakan pencanangan ini diharapkan mewujudkan komitmen bersama di tingkat nasional dan daerah sehingga semua lini kondisi kesetaraan di tempat kerja dapat terwujud yang pada akhirnya akan mencegah, mengurangi dan menghapus diskriminasi di tempat kerja.

    “Penerapkan prinsip kesempatan dan perlakukan yang sama tanpa diskriminasi dalam pekerjaan akan memberikan keuntungan bagi pengusaha, pekerja maupun  masyarakat dan akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan upaya mengurangi kemiskinan,” kata Haiyani.

    (Baca juga: Menaker: Pembangunan Penyediaan Tenaga Listrik Serap 3,65 Juta Tenaga Kerja)

    Bagi perusahaan kata Haiyani, akan mendapatkan keuntungan mengurangi resiko terjadinya konflik di tempat kerja dan perselisihan hubungan industrial, meningkatkan reputasi perusahaan, mempertahankan inovasi dan meningkatkan produktivitas dan daya saing.

    “Sedangkan bagi pekerja akan mendapatkan keuntungan meminimalkan timbulnya rasa frustasi, amarah atau bahkan tindak kekerasan akibat praktek diskriminasi dan meningkatkan kesejahteraan pekerja, tingkat kepuasan, komitmen dan keseimbangan pekerjaan,” kata Haiyani.

    Sedangkan masyarakat, kata Haiyani akan mendapatkan keuntungan karena memperkecil resiko terjadinya ketidakstabilan social dan hambatan kesejahteraan dan meningkatkan kemampuan seseorang dalam memperoleh pekerjaan yang layak.

    Kedepannya, kata Haiyani seluruh pihak yang terlibat dapat mendukung upaya pemerintah untuk menghapus dan mencegah praktik-praktik diskriminasi di tempat kerja, sehingga akan terwujud ketenangan bekerja dan ketentraman berusaha.

    Gerakan nasional ini diharapkan akan dapat menghentikan praktik-praktik ketidaksetaraan dan diskriminasi di tempat kerja misalnya berkaitan dengan pelaksanaan pengupahan, rekruitmen, seleksi, kesejahteraan, jaminan sosial,  pelatihan, pendidikan, kenaikan jabatan atau kondisi kerja secara umum.
     .
    Langkah lanjutan

    Sebagai tindak lanjut dari Gerakan Nasional Non Diskriminasi di Tempat Kerja, tersebut, pemerintah telah melakukan berbagaio langkah strategis antara lain penyusunan pedoman pencegahan pelecehan seksual, panduan kesetaraaan dan non diskrimasi di tempat kerja.

    Selain itu dibuat juga panduan kesetaraan upah netral gender di tempat kerja, panduan Equal Employment Opportunity (EEO) serta pembentukan Task Force Equal Employment Opportunity (EEO) dan pembentukan task force EEO.

    (Baca juga: Kemenag Kaji Potensi Pesantren di Papua)

    “Kita juga telah menakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama dan perjanjian kerja sama antara Kemnakertrans, Kemdagri, Kemen PP-PA, danm Kemen PPN/Bappenas tentang Optimalisasi Penerapan Kesempatan dan Perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dalam pekerjaan,” kata Haiyani.

    Tak hanya itu, tambah Haiyani, Kemnaker pun terlah melakukan advokasi dan sosialisasi dalam pembentukan taskforce  tingkat daerah di 9 wilayah yaitu Sumatera Barat, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, NTB dan Papua.

    Pemerintah juga telah meratifikasi ketentuan internasional yang berkaitan adalah Konvensi ILO Nomor 100 tentang Pengupahan yang Sama bagi Pekerja Laki-laki dan Wanita untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya dan Konvensi ILO Nomor 111 tentang Diskriminasi dalam Pekerjaan dan Jabatan (rilis)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email