• Breaking News

    Saturday, January 23, 2016

    10 Tren Teknologi di 2016

    Tobapos -- Tanpa kita sadari teknologi terus bergerak cepat membuat beberapa hal yang sebelumnya tak mungkin dilakukan menjadi mungkin.

    Beberapa tahun lalu, tak terpikirkan hadirnya sebuah jam yang terkoneksi dengan smartphone. Jam canggih yang memiliki banyak fungsi dan memudahkan aktifitas.

    Atau, pernahkah Anda membayangkan hadirnya mobil yang bisa bergerak sendiri? Hal tersebut memang dapat kita lihat di film pahlawan super yang memanggil kendaraan pribadinya melalui perangkat serupa jam tangan.

    Siapa sangka ternyata deretan teknologi canggih dalam film-film tersebut hadir ke dunia nyata. Memasuki tahun yang baru, tentu konsumen pun bertanya-tanya, teknologi dan kecanggihan apa lagi yang akan hadir?

    Sebagai salah satu perusahaan teknologi, Ericsson kembali mengeluarkan riset terbarunya terkait tren consumer terhadap teknologi.

    Laporan ini memperlihatkan bahwa masyarakat sudah mulai mempercayai kecerdasan buatan atau yang sering disebut orang-orang sebagai artificial intelligence (AI).

    AI akan memudahkan konsumen berinteraksi dengan objek-objek tanpa membutuhkan layar smartphone lagi.

    Bahkan riset menunjukkan setengah dari seluruh pengguna smartphone memprediksi bahwa si perangkat ini akan menjadi hal yang kuno dalam waktu lima tahun mendatang.

    Tidak hanya itu, laporan ini menunjukkan bahwa sebagian adopsi dari teknologi terhubung bergerak sangat cepat dari sebelumnya. Penggunaan pasar terbiasa menghadapi perubahan yang cepat.

    Presiden Direktur Ericsson Indonesia Thomas Jul mengungkapkan beberapa dari tren ini mungkin terlihat sangat futuristik.

    “Namun, ketertarikan konsumen kepada paradigma interaksi baru seperti AI dan Virtual Reality (VR) serta menanamkan internet di dinding-dinding  rumah bahkan di dalam badan kita, sangatlah kuat,” ujarnya.

    Riset ini merupakan hasil riset yang meliputi beberapa pendapat konsumen. Secara umum, trend ini diwakili oleh 1,1 miliar orang yang tersebar di 24 negara. Sedangkan secara spesifik diwakili oleh 46 juta pengguna smartphone urban di 10 kota-kota besar.

    Berikut 10 Tren Konsumen untuk teknologi di 2016:

    The Lifestyle Network Effect
    Gaya hidup seseorang mengalami perubahan sejak adanya mobile phone. Semua yang dilakukan berubah tentative. Adanya konektivitas lain ini merubah gaya hidup para konsumen. Pola ini menghasilkan sharing economy.

    Menurut hasil riset tersebut, satu dari tiga pengguna sudah berpartisipasi dalam berbagai bentuk ekonomi berbagi. Gaya hidup berubah ke arah yang memudahkan kita.

    2. Streaming Natives

    Jika beberapa waktu lalu sering terdengar istilah generasi digital natives, yakni generasi yang terlahir ketika digital sudah menjadi bagian dari kehidupan. Saat ini muncul lagi istilah yang lebih baru untuk generasi yang lebih muda yakni streaming native.

    Mereka terlahir di dunia yang mudah, terutama untuk mengakses video dan musik. Di 2001, hanya 7% dari kategori umur 16-19 tahun menonton youtube. Sedangkan meningkat menjadi 49% di kategori umur yang sama. Kebiasaan ini akan mempengaruhi pola konsumsi data operator telekomunikasi.

     3. AI Ends the Screen Age

    Kecerdasan buatan membuat interaksi dengan objek tanpa membutuhkan layar ponsel. Satu dari dua pengguna ponsel pintar memprediksi bahwa ponsel akan menjadi sesuatu hal yang kuno.

    4. Virtual Gets Real

    Pengguna menginginkan teknologi virtual untuk aktivitas sehari-hari seperti menonton pertandingan olahraga dan melakukan panggilan video. 44% bahkan memiliki keinginan untuk mampu “mencetak” makanan mereka sendiri melalui printer 3D.

     5. Sensing Homes

    Beberapa tahun lalu masih sering dibicarakan masalah house appliences, yang akan terkoneksi. Namun, saat ini sering dibahas bagaimana dengan bangunan dan rumahnya sendiri. Konsumen berharap rumah atau bangunannya tersebut dilengkapi oleh AI. Rumah dan bangunan dipasangkan sensor. Sehingga bangunan tersebut bisa mendeteksi apakah ada rayap, apakah bocor atau temperaturnya terlalu tinggi. Reaksi ini bisa diberikan melalui ponsel pintar atau AI memiliki kemampuan untuk mencari solusi sendiri.

     6. Smart Commuters

    Komuter ingin menggunakan waktunya secara berguna dan tidak merasa sebagai obyek pasif saat transit. 68% dari mereka ingin menggunakan layanan komuter yang terpersonalisasi jika ada.

     7. Emergency Chat

    Jaringan sosial menjadi cara yang lebih digemari untuk menghubungi layanan emergency. Enam dari sepuluh konsumen juga tertark dengan aplikasi yang memberi informasi tentang bencana alam.

     8. Internables

    Sensor internal yang mengukur kesehatan di badan kita yang mungkin menjadi sesuatu yang dapat digunakan sehari-hari. Delapan dari sepuluh pengguna mungkin menggunakan teknologi untuk meningkatkan sensor penglihatan dan kemampuan kognitif seperti penglihatan, memori dan pendengaran.

     9. Everythings Gets Hacked

    Sebagian besar pengguna smartphone percaya bahwa hacking dan virus akan terus menjadi sebuah masalah. Sebagai efek yang positif, satu dari lima orang mengatakan bahwa mereka menjadi lebih percaya atau menaruh kepercayaannya di organisasi yang pernah di hack.

    10. Netizen Journalist

    Konsumen membagi informasinya lebih dari sebelumnya dan hal itu dipercaya dapat meningkatkan pengaruh mereka pada masyarakat. Lebih dari sepertiga orang percaya jika membocorkan kondisi perusahaannya pada sosial media menghasilkan dampak lebih besar daripada melapor ke yang berwenang.  (sumber: bisnis.com)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email