• Breaking News

    Sunday, April 10, 2016

    Kemnaker Dorong Percepatan Penyusunan dan Implementasi SKKNI

    Tobapos -- Jakarta – Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) merupakan acuan dalam melakukan pelatihan-pelatihan kerja dan produktivitas kerja nasional. Untuk itu, setiap lembaga ataupun kementerian diharapkan mampu menyusun SKKNI sebaik mungkin, agar tenaga kerja Indonesia benar-benar dapat meningkat daya saing dan produktivitasnya.

    “Untuk menyelesaikan standar kompetensi kerja itu di bawah koordinasi kementerian teknis masing-masing beserta stakeholder-nya. Kami selalu mendorong, agar standar pelatihan kerja tersebut segera terselesaikan.” ungkap Dirjen Bina Pelatihan dan Produktivitas Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker), Khairul Anwar pada acara Diskusi Panel Tenaga Kerja Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Jakarta, Kamis (7/4/2016).

    Kementerian-kementerian teknis tersebut juga bertugas mendorong pelaksanaan serta mengawasi dari implementasi standar pelatihan kerja tersebut. Sehingga, antara perencanaan, pelatihan, hingga lulusan pelatihan dapat sinkron dengan kebutuhan dan perkembangan dunia industri.

    “Pak Menteri (Menteri Ketenagakerjaan-red) hanya sebatas mengesahkan. Penyusunannya ada di masing-masing teknis, masing-masing kementerian tadi. Harapannya, masing-masing teknis juga mengacu pada SKKNI itu,” jelasnya.

    SKKNI merupakan satu dari 3 Pilar Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi. Adapun pilar kedua adalah pelatihan berbasis kompetensi. Sedangkan pilar ketiga, adalah sertifikasi kompetensi. Dengan terus mendorong ketiga pilar tersebut, pemerintah yakin dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

    “Jika kompeten, tenaga kerja kita akan produktif. Produktivitas ini yang akan mendorong tingkat daya saing kita dalam dunia internasional,” paparnya.

    Beradasarkan Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Agustus 2015, jumlah angkatan kerja Indonesia berjumlah 122,38 juta orang. Dimana 114,82 juta orang telah bekerja dan 7,56 juta belum bekerja.

    Dari tingkat pendidikan, sekitar 50,38 juta angkatan kerja Indonesia berpendidikan SD ke bawah telah bekerja, dan 1,44 juta belum bekerja. Untuk tingkat pendidikan Menengah Pertama (SMP/sederajat), 20,7    juta telah bekerja dan 1,37 juta belum bekerja. Tingkat pendidikan menengah atas (SMA/MA/SMK/sederajat) sebanyak 30,36 juta telah bekerja dan 3,38 juta belum bekerja. Sedangkan tingkat pendidikan Diploma/Sarjana ke atas, sebanyak 12,64 juta telah bekerja dan 0,9 juta belum bekerja.

    Dari data di atas, hampir separuh (47,1 persen) dari tenaga kerja Indonesia adalah lulusan SD ke bawah. Hal tersebut menempatkan tenaga kerja Indonesia pada posisi yang tidak menguntungkan. Tenaga kerja akan sulit terserap ke dunia kerja tanpa kualifikasi ketrampilan dan keahlian yang cukup.

    Kondisi kualitas sumber daya manusia dan ketenagakerjaan yang kurang berkualitas ini tercermin juga dari peringkat Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia/IPM) yang dikeluarkan oleh UNDP. Indonesia masih berada di kategori medium, dengan rata-rata pertumbuhan IPM 1,06 persen dan mendapat skor 0,684. Pada tahun 2014, Indonesia masih berada di posisi 110 dunia. Pada tahun yang sama, Negara ASEAN lain seperti Singapura, menempati urutas 11 dunia, dengan rata-rata pertumbuhan 1 persen, dan skor 0,912. Singapura pun masuk pada kelompok dengan pertumbuhan very high.

    Oleh karenanya, Dirjen Khoirul mengajak segenap elemen masyarakat untuk turut berpatisipasi dalam mendorong pelatihan kerja berbasis kompetensi tersebut. Dengan adanya komitmen bersama, upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing nasional akan lebih optimal.

    “Hal ini dalam rangka menjamin SDM kita, benar-benar menjadi SDM yang kompetitif dan berdaya saing,” kata Dirjen Khairul.  (rilis)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email