• Breaking News

    Friday, April 29, 2016

    Prediksi Tsunami Sosial di Aceh oleh Nurbayan: Alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan

    Tobapos -- Aceh saat ini dalam ancaman bahaya tsunami sosial. Tsunami sosial ini jauh lebih berbahaya dari badai gelombang tsunami raksasa yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004.

    “Diperkirakan 20 tahun setelah bencana tsunami air laut pada 2004, Aceh akan menghadapi tsunami sosial,” kata Ustazah Nurbayan, aktivis Badan Kontak Majlis Taklim Kota Lhokseumawe, dalam workshop Pembinaan Tokoh Agama, Pemuka Agama dan Majelis Agama Provinsi Aceh Tahun 2016 yang digelar Kanwil Kemenag Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Jumat (22/4/2016).

    “Aceh dalam bahaya tsunami sosial. Tanda-tanda ke arah itu sudah terlihat nyata saat ini. Antara lain dapat dilihat dari aspek budaya yang mana generasi muda Aceh tampak lebih senang dengan budaya asing terutama budaya Korea," papar Nurbayan yang juga Kabid Perempuan dan Ketahanan Keluarga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Lhokseumawe.

    Nurbayan merincikan tanda-tanda akan datangnya tsunami sosial di Aceh.

    Pertama, dari aspek agama. Ini dapat dilihat jelas dari sepinya masjid dari aktivitas shalat jamaah dan aktivitas keagamaan lainnya. Di saat kumandang azan, warga tak merasa malu duduk di warung kopi dan berkeliaran di berbagai tempat.

    Kedua, dari segi bahasa. Kalangan generasi muda, terutama ABG, gemar merusak Bahasa Indonesia. Misalnya, “kalian mau pergi kemana?”, dirusak menjadi “ge na len?”. Beginilah bentuk SMS, WA, BBM yang beredar di kalangan remaja. Ini berbahaya karena merusak jati diri bangsa Indonesia.

    Ketiga, dari aspek budaya. Generasi muda Aceh saat ini tampak mengidolakan budaya asing terutama budaya Korea. Mungkin ini terpengaruh oleh sodoran tontonan sinetron asing di televisi yang menurut generasi lebih wah.

    Keempat, dari segi interaksi sosial. Banyak generasi muda Aceh terjerumus dalam lembah hitam narkoba, rokok, pornografi, dan penyalahgunaan teknologi informasi termasuk penyalahgunaan media sosial.

    “Jika semua ini tidak diantispasi sejak sekarang, maka 10 tahun lagi Aceh akan memasuki era tsunami sosial,” kata Nurbayan, salah satu tokoh perempuan dari 90 tokoh se-Aceh yang diundang dalam forum itu.

    Menanggapi hal itu, Kolonel Dr. Tgk. Ahmad Husein, M.Ag, dari Kodam Iskandar Muda yang diundang sebagai pemateri menyebutkan, TNI senantiasa memberdayakan masyarakat dalam semua aktivitas membangun di pedesaan.

    “Pelibatan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan Babinsa di pedesaan ini diharapkan dapat mencegah berbagai pola hidup negatif dalam masyarakat,” kata alumnus S1, S2 dan S3 UIN Ar-Raniry itu.

    Kasubbag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Aceh, H. Juniazi, S.Ag, M.Pd, mengatakan, workshop pembinaan tokoh lintas agama dilakukan untuk membahani tokoh lintas agama tentang perundang-undangan terkiat kerukunan umat beragama; membahani mereka tentang pentingnya memelihara kerukunan antarumat beragama; dan membekali mereka tentang usaha-usaha deteksi dini dari segala bentuk kerancuan dalam kehidupan beragama dalam masyarakat.

    “Peserta kegiatan ini adalah tokoh-tokoh lintas agama di Aceh; dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Kami juga mengundang tokoh-tokoh perempuan di Aceh. Kegiatan ini digelar selama tiga hari”, kata Juniazi.  (sumber)

    Nurbayan merupakan Alumni Pertama Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan Lihat info alumni lain di sini

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email