• Breaking News

    Monday, May 30, 2016

    Jokowi: Penyelesaian Militer akan Timbukan Kekerasan Lain

    Tobapos -- Menurut Presiden Joko Widodo, negara-negara Asia secara sadar harus menciptakan perdamaian dan stabilitas. Oleh karena itu segala potensi konflik yang tinggi di Asia, seperti Laut Tiongkok Selatan dan Semenanjung Korea, harus dapat dikelola dengan baik.

    Sehingga, penyelesaian damai harus menjadi pilihan utama. Sudah waktunya dunia paham pentingnya penyelesaian masalah tanpa menciptakan masalah baru yang lebih besar. “Sudah waktunya penyelesaian militer atau penggunaan kekerasan justru akan menumbuhkan kekerasan lainnya, seperti ekstremis dan bahkan krisis kemanusiaan,” ucap Presiden ketika menjadi lead speaker pada KTT G-7 Outreach Sesi I dengan topik Stabilitas dan Kesejahteraan di Asia baru-baru ini dikutip dari presidenri.go.id.

    Presiden Jokowi juga menekankan Indonesia tidak menginginkan Asia menjadi kawasan penuh konflik dan menjadi ajang power projection negara-negara besar. “Indonesia juga ingin menekankan bahwa semua negara, saya ulangi, semua negara tanpa terkecuali, harus menghormati hukum internasional,” tegas Presiden Jokowi. Tanpa penghormatan terhadap hukum internasional, perdamaian dan stabilitas tidak akan dapat tercipta.

    Menurut Presiden, dunia sudah tidak berjalan secara bipolar dan muncul banyak negara (emerging countries) yang memiliki potensi dan telah terbukti mampu berkontribusi banyak terhadap dunia. Oleh karena itu, Presiden mengusulkan agar dunia harus ditata dengan melibatkan emerging countries. “Indonesia siap menjadi motor terciptanya Asia dan dunia yang damai dan sejahtera,” ucap Presiden.

    Diingatkan oleh Presiden, kekerasan memberikan dampak kerugian yang sangat besar. “Tahun 2014, kerugian global akibat kekerasan bersenjata mencapai USD 14,3 triliun atau 13,4 persen dari PDB Dunia,” ucap Presiden. (adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email