• Breaking News

    Monday, May 23, 2016

    NGERI! Siswa Kelas IV SD Bonyok Dikeroyok 8 Temannya

    Tobapos -- Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) menjadi korban pengeroyokan oleh 8 temannya, yang masih satu kelas. Aksi kenakalan di luar batas itu dilakukan di dalam kelas, saat jam istirahat sekolah. Mereka pun konon sudah terorganisir, sebab ada yang bagian menjaga pintu kelas, memegangi kedua tangan korban, hingga ada yang memukuli menggunakan kayu dan tangan kosong.

    Korban bernama Pandaru Candra Pratama (10), siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Ia hanya bisa menahan sakit akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh 8 orang, teman satu kelasnya sendiri. Anak pertama dari dua bersaudara itu menderita luka memar pada bagian dagu, tangan dan di sekitar alat kemaluannya. Semua akibat terkena pukulan kayu dan tangan kosong yang dilakukan oleh rekan-rekannya. Penganiayaan itu dilakukan di dalam kelas, saat jam istirahat sekolah.

    Seperti diberitakan Pojok Pitu, Sabtu (21/5/2016), peristiwa itu berawal saat korban dipaksa membelikan bola lampu oleh salah seorang siswa, rekannya, yang ditakuti di kelas tersebut. Karena korban tidak segera menuruti permintaannya, oleh pelaku bersama 7 orang rekannya yang lain, langsung mengeroyok korban di dalam kelas, saat jam istirahat sekolah.

    Mereka yang sudah terorganisir itu berbagi tugas. Ada yang bagian menjaga pintu kelas, memegangi kedua tangan korban, hingga ada yang memukuli menggunakan kayu dan tangan kosong. Beruntung, korban segera berhasil di tolong oleh rekan siswi yang mengetahuinya.

    Orang tua korban yang tidak terima meminta kepada pihak sekolah untuk segera memberikan sanksi kepada para pelaku pengeroyokan itu. Apalagi pengeroyokan yang dilakukan oleh para pelaku itu sudah dua kali berturut-turut. “Jika tidak, kami akan menempuh jalur hukum,” ujar Subekti Agus Dwianto, orangtua korban.

    Sementara pihak sekolah, membantah terjadinya aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh para siswa di dalam kelas itu. Perbuatan tersebut dinilai hanya sebatas bercanda antar rekannya saja.

    Pihak sekolah berjanji akan memperketat pengawasan kepada para siswa, saat jam istirahat sekolah. Sedangkan korban,  kini masih trauma, setelah pengeroyokan di dalam kelas yang dilakukan temannya. Tiap hari korban minta untuk diantar, diawasi oleh orang tuanya, saat sekolah. (sumber)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email