• Breaking News

    Saturday, June 25, 2016

    Inggris Keluar dari Uni Eropa, Ini Implikasinya

    Tobapos -- Di Skotlandia, di mana sebagian besar warga memilih untuk tetap di dalam Uni Eropa, muncul peningkatan tekanan bagi dilakukannya kembali referendum kemerdekaan dari Inggris Raya.

    Mantan pemimpin Skotlandia, Alex Salmond -- yang dikalahkan pada referendum kemerdekaan dua tahun lalu -- mengatakan hal paling masuk akal yang dilakukan Skotlandia adalah tidak meninggalkan Uni Eropa.

    Dia mengatakan penggantinya, Nicola Sturgeon, sekarang harus kembali mendesak bagi diadakannya pemungutan suara untuk memisahkan diri dari Inggris.

    Sturgeon mengatakan hal ini memang dapat dipikirkan setelah Inggris memutuskan keluar Uni Eropa.

    "Pilihan referendum kedua harus ditawarkan dan ini memang ada," katanya seperti dikutip kantor berita AFP.

    Dia menambahkan undang-undang bagi pemungutan suara kedua, setelah dilakukannya hal yang sama pada tahun 2014, akan dipersiapkan saat Parlemen Skotlandia menyepakatinya.

    Sementara itu, partai nasionalis terbesar Irlandia, Sinn Fein, mengatakan karena Irlandia Utara memberikan suara untuk tetap di dalam Uni Eropa, maka mereka memiliki alasan yang lebih kuat bagi dilakukannya referendum untuk bergabung dengan Republik Irlandia. (bbc/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Blog Tobasiana

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email