• Breaking News

    Thursday, August 11, 2016

    Cerita Hikmah dari Syeikh Rajagukguk: Meninggalkan Dunia Kerja Demi Dakwah

    Facebook
    Tobapos -- Tokoh Sufi Sumatera Utara, Syeikh Ahmad Sabban Rajagukguk, kembali menuliskan kata-kata mutiaranya di akun Facebooknya.

    Kali ini dia menjelaskan bagaimana dirinya meninggalkan dunia kerja formal menjadi pendakwah

    Pekerjaan tersebut harus ditinggalkan untuk memenuhi panggilan tugas dari ayahnya untuk memimpin Parsulukan, sebuah lembaga tasawuf di Simalungun.

    Bagi yang tertarik mengambil hikmahnya, berikut statusnya di Facebook.

    Alhamdulillah, tepatnya di bulan Agustus ini sy 3 tahun --resign-- dari perusahan PT. Bank Syariah Mandiri (BSM). Tulisan ini terbersit karena tdk sengaja melihat galery tampak ada fhoto-fhoto kenangan sewaktu di BSM dulu. Kebetulan sy juga sdg dlm perjalanan dakwah ke daerah tertentu, utk mengisi kekosongan waktu di mobil, sy menilai perlu juga membuat tulisan pendek ttg kenangan di BSM dahulu sekaligus menggugah kembali nilai-nilai spiritual dan peradaban diperusahaan penuh kenangan itu.

    Sy mengawali karir dimulai dari staff biasa (Back Office|admin pembiayaan) di Cab Tebing Tinggi. Dua tahun kemudian setelah pegawai tetap pindah ke Cab Utama Medan sebagai Marketing. Setahun lebih setelahnya dipromosikan Marketing Officer.

    Pada tahun 2010 diamanahkan jadi Kepala Cabang (KCP) Petisah Medan, tahun 2012 menjadi Kepala Cabang (Kacab|branch manager) Langsa Aceh membawahi 4 KCP dan tahun 2013 menjadi Kepala Cabang yg sama di Binjai Langkat membawahi 4 KCP juga. Di perusahaan ini sy telah mengeyam pendudikan perbankan, management, leadership dan kecakapan profesionalisme lainnya. Terakhir sy mengikuti Short Cource di Prasetya Mulia Business School di Jakarta. Ditahun yg sama (2013) berhasil menyelesaikan studi program doktor di UIN Sumut.

    Pada tahun 2014 bulan Agustus sy --resign-- (mengundurkan diri) karena menjalankan wasiat dan amanah dari Ayahanda Sy "Syekh Abdurrahman Rajagukguk" utk mengasuh sekaligus pemimpin spiritual pd Majelis Zikir Pondok Persulukan yg berpusat di Simalungun. Meskipun rencana utk mengundurkan diri tersebut sdh lama sejak tahun 2010 namun karena disemangati oleh Bpk Trisno Sumantri dan Pak Teguh Budi Santoso utk tetap berjihad di BSM dan akhirnya baru terlaksana tahun 2014.

    Beberapa CEO yg mempromosikan sy Bpk Dadang, alm. Bpk Edwin, Bpk MA Suharto, Bpk Teguh BS dan segenap Direksi Supervisi. Di masa Bpk MA Suharto sy dipromosikan jadi Kepala KCP dan di masa Bpk Teguh di Kepala Cabang. Utk mereka smg diberi Allah keberkahan dan mereka yg tlh wafat di ampuni serta dimasukkan ke dlm jannah.

    Tentu perjalanan karir sy di BSM yg termasuk cepat dan cemerlang (+/- 4 tahun bekerja) sdh jadi Kepala Cabang adalah sebentuk karunia Allah yg besar kpd sy. Prestasi sy yg lain juga pernah menjadi pemenang kedua secara nasional lomba menulis karya Ilmiah "ETHIC CAMPIONS" dan Peserta Terbaik bersama Tim CEO Kanwil Bpk Teguh Budi Santoso dgn nilai "Summa Cum laude" Bedah Buku Memaknai Kerja di Grand Aston Medan. Selain kerja keras dan prestasi sebagai faktor keberhasilan juga di-iringi dgn doa-doa, amal shalih serta dukungan para CEO (pimpinan) baik di level Cab, Kanwil dan Pusat (Direksi).

    Sy sgt menyadari selama bekerja di BSM selain kita telah bekerja semaksimal mungkin. Bekerja keras semampu kita. Menumpahkan keringat dan air mata pada saat itu demi semata-mata utk mengumpulkan amal shalih dan amal jariah kelak nanti. Tapi juga tdk tertutup kemungkinan bhw sy juga --sebagaima anda dan juga semua orang-- telah meninggalkan dosa sosial sebagai bentuk kekurangan dan kelemahan kita sebagai manusia yg dhaif tentu itu semua diluar kesengajaaan kita.
    Di BSM ini telah byk memberikan ilmu kehidupan bagi sy terutama utk tdk mudah terpesona melihat wajah dan penampilan fisik seseorg. Di perusahaan ini juga telah memberikan pelajaran yg sgt berharga bhw setiap manusia bisa saja melakukan berbagai macam cara agar hajatnya tercapai. Namun setelah tercapai baru kita sadar bhw dia bukanlah org baik sebagaimana kita kenal sebelumnya.

    Di perusahaan ini juga sy belajar bhw utk menjadi org baik apalagi merasa iba dan semangat ingin membantu terakhir kita justru telah mengorbankan prosedural yg bisa membuat lembaga dan org byk merugi. Sgt byk ilmu dan pengalaman hidup dpt sy peroleh tentu itu semua itu jadi bekal yg baik utk pengembangan dakwah sy di masyarakat. Sy selau berdoa agar di mana saja pun kita semoga setiap amal shalih kita masih lebih besar dari amal buruk kita.

    Namun sesuatu yg sgt penting yg melatari penulisan ini bukanlah soal karir dan pengalaman di atas tapi lebih kepada keterkaguman sy pada nilai-nilai spiritual dan peradaban yg ada, dianut dan mengalir deras di perusahaan ini. Pucuk pimpinan CEO di BSM ini mulai dari awal perusahaan ini dari Bpk Nurdin Hasibuan (alm) stressing pada masa Bpk Yuslam Fauzi dan InsyaAllah juga di masa kini Bpk Agus serta seterusnya, mereka telah berjaya menanankan doktrin spiritual dan peradaban di dalamnya.

    Saat itu ada kenikmatan terhadap nilai-nilai jihad yg mengental di BSM yakni selain bekerja dan berkarir di BSM utk aktualisasi diri, mencari nafkah utk keluarga terapi secara bersamaan juga di dalamnya ada spirit yg menggelora utk membangun peradaban yg mulia. Yakni peradaban yg membuat Indonesia lebih baik, hebat dan disegani dgn pertumbuhan ekonomi syariah yg lokomotifnya BSM. Bahkan lebih dari itu bekerja di BSM juga menjadi jihad Islam yg besar yg mewariskan amal jariah dgn harapan bekerja di BSM juga jalan terbaik utk cepat masuk surga.

    Inilah yg sgt mengesankan bekerja di BSM selain mencari nafkah, juga berjihad utk dakwah dan peradaban Indonesia serta nilai-nilai ukhrawi (keselamatan akhirat). Inilah yg disebut BSM sebagai Sajadah Panjang dan Masjid Sosial.

    Kini spirit peradaban itu terus sy jalankan dgn duniaku yg baru yakni dunia dakwah dan pesantren. Di majelis shufi dan peradaban ini, geliat spiritual terus sy kumandangkan dgn mengajak umat kpd kesadaran kehidupannya. Sy sgt bersyukur karena jihad peradaban ini sy rasakan mendapat pertolongan dari Allah dgn byknya umat, para tokoh dan pemimpin yg bergabung dan ingin tercelupkan dgn dakwah spiritual yg sy asuh.

    Semoga BSM dan seluruh lembaga dakwah kita tetap kokoh, jaya, terdepan dan menjadi lokomotif peradaban. Aamiin (adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email