• Breaking News

    Tuesday, August 23, 2016

    Ini Profil Buya Yahya yang Terkenal Itu

    Tobapos -- Buya Yahya lahir di Kota Blitar, Jawa Timur. Dia menempuh pendidikan sekolah dasar hingga SMP di kota kelahirannya.

    Tahun 1988 sampai 1993, Buya Yahya mengambil pendidikan di Pesantren Darullughah Wadda’wah di Bangil Pasuruan, Jawa Timur, di bawah asuhan Al Murobbi Al Habib Hasan Bin Ahmad Baharun.

    Setelah lulus dari pesantren Darullughah, beliau sempat mengajar di sana selama 3 tahun hingga 1996 sebagai masa khidmah ke pesantren tempatnya menimba ilmu.

    Selesai masa khidmah, atas perintah gurunya, Al Murobbi Al Habib Hasan Baharun, Buya Yahya berangkat ke Universitas Al-Ahgaff hingga tahun 2005.

    Akhir tahun 2005 hingga awal 2006, Buya Yahya datang ke Cirebon dalam rangka kembali menjalankan tugas yang diberikan gurunya, Al Murobbi Al Habib. Perintah tersebut yakni memimpin pesantren persiapan yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin kuliah di Universitas Al-Ahgaff, Yaman.

    Hingga pertengahan 2006, Buya Yahya telah mengontrak satu tempat di pondok pesantren Nuurussidiq, Tuparev, Cirebon, untuk menjalankan kegiatannya. Karena belum mendapat izin dari gurunya, beliau belum dapat melakukan aktivitas dakwah kepada masyarakat.

    Akhir tahun 2006, Buya Yahya mendapat izin untuk berdakwah setelah menghadap Al Murobbi di Yaman. Awalnya, beliau hanya memulai dengan memasuki musala-musala kecil hingga berlanjut di majelis-majelis taklim. Masjid terbesar Cirebon, Masjid At-Taqwa Alun-alun, menjadi tempat Buya Yahya berdakwah setiap Senin.

    Awalnya, jemaah yang menghadiri ceramah Buya Yahya hanya berjumlah 20 orang. Namun, lambat laun jemaah lainnya mulai memenuhi ruangan dan halaman masjid.

    Buya Yahya kemudian kerap meghadiri puluhan majelis taklim di berbagai tempat di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Indramayu, dan di wilayah Jabodetabek.

    Buya Yahya tidak membatasi diri pada masjid untuk berdakwah. Beliau juga berdakwah di beberapa swalayan dan toserba. Majelis asuhan Buya Yahya diberi nama Majelis Al-Bahjah, yang sekaligus menjadi nama pesantren rintisannya.

    Bagi Buya Yahya, kehadiran pesantren Al-Bahjah adalah sebagai bagian dari upaya menyampaikan dakwah Rasulullah SAW.

    Juni 2008, Buya Yahya membangun pesantren di kelurahan Sendang Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon karena dari semakin banyaknya permintaan warga yang ingin menitipkan anaknya di pesantren. Setelah kurang lebih satu setengah tahun, tepatnya 10 Januari 2010, pesantren itu diresmikan.   (sumber/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Blog Tobasiana

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email