• Breaking News

    Tuesday, August 9, 2016

    Kemampuan Israel Melatih Warga Negara Lain untuk Membunuh Tokoh

    Tobapos -- TIME mengungkapkan, pada Kamis, 12 Januari 2012, bahwa terbunuhnya ilmuwan Iran baru-baru ini, adalah dilakukan oleh Mossad Israel.

    Seperti tiga ilmuwan Iran sebelumnya yang disergap dalam perjalanan pagi mereka, menurut majalah yang berbasis di AS itu, dengan mengutip sumber-sumber intelijen Barat, terbunuhnya ahli nuklir Iran terbaru dalam perjalanan ke tempat kerjanya adalah korban operasi Mossad Israel.

    Mostafa Ahmadi Roshan, seorang profesor di Sharif University of Technology yang disebut-sebut sebagai ahli pada program pengembangan nuklir Iran, Pada Rabu pagi, 11 Januari 2012, terbunuh dalam sebuah ledakan bom mobil di Teheran Utara.

    Sebuah sepeda motor dilaporkan berhenti di samping mobil yang ditumpangi Roshan. Pengendara menempelkan bom magnetik di mobil Roshan, Peugeot 405, dan melesat pergi sebelum mobil meledak.

    Serangan Rabu itu mengikuti pola operasi sebelumnya, direncanakan dan dilaksanakan warga Iran yang dilatih dan dibayar agen badan intelijen Israel selama dua tahun terakhir. Sasaran dipilih dari para ilmuwan yang dianggap penting untuk program nuklir Iran.

    Amerika Serikat menyatakan tidak tahu pelaku pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, dan membantah washington terlibat (baca: AS Bantah Terlibat, Sementara Israel Belum Berikan Komentar Terkait Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran).

    Selain itu, Presiden Barack Obama juga menelepon Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk meminta penjelasan setelah mendengar pembunuhan itu.

    Israel yang tidak memberikan komentar resmi, setelah berbagai opini yang menyudutkan, akhirnya mengeluarkan pernyataan bantahan.

    Presiden Shimon Peres, Jumat, 13 Januari 2012, secara resmi membantah bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

    Pernyataan bantahan sekaligus memecah standar kebijakan nasional negara itu untuk tidak mengomentari masalah-masalah intelijen.

    “Saya juga menyadari bahwa itu adalah ‘model’ untuk menyalahkan Israel dan Amerika Serikat setiap kali sesuatu yang negatif terjadi di sana (Iran),” katanya kepada saluran CNN berbahasa Spanyol, seperti dikutip Israel National News.

    Sebelumnya, seorang pejabat senior, juru bicara angkatan bersenjata Israel (IDF) Brigadir Jenderal Yoav Mordechai menulis di halaman Facebook-nya bahwa dia tidak merasa sedih untuk Roshan.(sumber)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email