• Breaking News

    Friday, September 30, 2016

    Alumni Pesantren Al Kautsar Al Akbar Teruskan Tradisi Diskusi Pilkada Online

    Tobapos -- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2017 saat ini menjadi tema yang hangat di media. Alumni lembaga pendidikan terkemuka di Sumatera Utara, Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, juga merasakan yang sama.

    Berbagai alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan Luar Negeri, dalam berbagai profesi, kembali melakukan diskusi online untuk membahas calon-calon pemimpin yang tepat bagi bangsa ini, minimal untuk tingkat daerah.

    Sebelumnya, tradisi ini, khususnya yang diliput www.tobapos.com, dimulai oleh Julkifli Marbun, alumni ke-3 (Baca di sini).

    Adalah Muhammad Darwis Nasution, alumni ke-2, kini tokoh pemuda yang disegani di Sumatera utara, yang membuka diskusi tersebut.

    Mantan Ketua Umum Angkatan Muda MDI (AMMDI), sayap Partai Golkar (Baca di sini), membuka diskusi bersama Pria Santri Beringin, juga alumni, dan staf ahli Ketua DPR RI, Ade Komaruddin.

    Dalam postingnya, Darwis, mengkritisi dominannya aspek ketokohan yang dimunculkan oleh tim kampanye calon gubernur di DKI Jakarta.

    Berikut postingannya di Facebook.:

    Mundur dari karier militer yang bersinasr dan bertarung dalam pilkada DKI Jakarta adalah isu yang strategis mendongkrak elektabilitas sang "putra mahkota". Mayoritas pemilih saat ini lebih mengedepankan aspek "sosok" dibanding visi dan misi pembangunan yang mensejahterakan dalam menentukan pemimpinnya.

    Kondisi ini sering kali dimanfaatkan oleh banyak politikus mendramatisir keadaan plus kepiawaian media center meramu konten pemberitaan.

    Kemudian diluar konteks "ketokohan" diatas, SARA juga merupakan isu strategis yang kerap dimainkan oleh politikus. Baik itu dalam upaya menekan dominasi mayoritas terhadap minoritas ataupun dengan tujuan menyamakan persepsi awam para pemilih. Namun perlu ditegaskan bahwa dalam nilai "berkeyakinan" ada norma dan aturan yang mutlak dijadikan dasar sikap dan kebijakan dalam berpolitik.

    Selamat mengikuti pilkada langsung serentak diberbagai daerah di indonesia (penegasan bahwa pilkada bukan hanya dilaksanakan DKI Jakarta) dan selamat menggunakan hak pilih dengan cerdas.

    Posting tersebut langsung mendapat berbagai tanggapan dari pengguna lainnya.

    Politik pencitraan adalah sebuah keniscayaan dalam demokrasi absolut yang mengandalkan popularitas calon. Isu yang dibawa macam macam, dari yang sehat sampai yang kurang sehat. Saya hanya menyampaikan pesan pak ketua DPR sebagai guru politik saya, bahwa berpolitik itu harus punya etika, dasarnya nilai yang ditumbuhkan dari individu, dari caranya memandang demokrasi. Kalau segala hal dihalalkan demokrasi akan menjadi racun bagi kesejahteraan umum.....tulis Pria Santri, juga Redaktur Senior di www.tobapos.com, membalas diskusi tersebut.

    Pendapat yang sama juga disampaikan oleh akun lainnya. Ada yang berpendapat bahwa mengandalkan ketokohan bukanlah merupakan yang tak lazim dalam dunia politik Indonesia.

    Seperti yang dituliskan pengguna Facebook, Tongam Sitorus:

    Banyak yg punya konsep ini itu, tapi Soekarno Hatta jg yg berani tampil jadi pelopor. Banyak konseptor modernisasi militer profesional tapi Jend Nasution juga yg berani utarakan konsep pembaruan pada Soekarno. Sayangnya orang2 pelopor ini kadang harus kandas pada keinginan mayoritas yg sering tak disadari adalah tunggangan yg efektif dan mudah. Sungguh tak mudah jadi konseptor sekaligus eksekutor gagasan yg baik. Tidak sedikit kisah bahwa mereka harus jd tumbal dan tercampak. Namun benih2 itu kadang baru tumbuh pada generasi2 baru .. lama setelah mereka. Hormat buat para pengide sekaligus pendobrak itu...

    Sampai saat ini diskusi tersebut masih terus mengalir, anda dapat mengikuti diskusinya dengan mem-follow akun FB Darwish Nasution di sini, juga duduk sebagai Redaktur Senior di www.tobapos.com. (adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email