• Breaking News

    Saturday, September 10, 2016

    Menaker Ingin Perguruan Tinggi Islam sebagai Laboratorium Kehidupan

    Tobapos -- Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri menegaskan Perguruan tinggi Islam harus dapat memposisikan dirinya sebagai “laboratorium kehidupan”.

    Pasalnya, kualitas manusia Indonesia yang diharapkan tidak terbatas pada kemampuan intelektualitasnya saja, tetapi juga peningkatan seluruh potensi kemanusiaan.

    Diantaranya mencakup keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, kualitas mental, moral, akhlak, serta kejujuran sebagai perwujudan dari manusia Indonesia seutuhnya.

    Pernyaan tersebut disampaikan usai Menaker Hanif mengikuti kuliah umum pada masa perkuliahan tahun akademik 2016/2017 Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman GUPPI (UNDARIS) di Ungaran, Jateng, Sabtu (10/9/2016).

    Dalam kuliah umum bertema “Peran Perguruan Tinggi Dalam Menyiapkan Tenaga Kerja yang Berkarakter dan Unggul Untuk Menghadapi Tantangan Global” itu, Menaker Hanif mengakui untuk mewujudkan sebagai laboratorium kehidupan bukan perkara mudah. Sebab selain memerlukan dukungan materil, juga tidak kalah pentingnya adalah kemauan untuk melakukan transformasi mencakup penyelarasan strategi, proses akademik, jejaring kelembagaan, kompetensi, komitmen terhadap mutu dan gaya kepemimpinan.

    "Proses belajar mengajar harus dirancang dan didesain sesuai dengan tuntutan kondisi riil sosial kemasyarakatan, tidak lagi bersifat teks book, terbuka keleluasaan untuk melakukan eksplorasi, berbagi pengalaman antara dosen dan mahasiswa, terbukanya ruang dalam beraktifitas pada berbagai kegiatan, forum-forum diskusi dan interaksi, kajian-kajian ke-Islaman kontemporer di tumbuh suburkan, sehingga lingkungan perguruan tinggi terbangun nilai-nilai akademik yang universal," lanjut Menaker Hanif.

    Menaker Hanif menambahkan Perguruan Tinggi Islam juga tidak hanya dituntut dalam implementasi Tri Dharma perguruan tinggi. Namun dalam kancah global, perguruan tinggi Islam harus memiliki peran menjadi benteng, menjunjung tinggi nilai-nilai akademik untuk mencerdaskan bangsa dan lebih progresif dalam menjawab perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat secara sistematis.

    "Dengan orientasi pada pembangunan karakter yang bersumber dari ajaran Islam dan penguasaan ilmu pengetahuan serta keterampilan, maka perguruan tinggi Islam, seharusnya mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang dalam konteks ke-Indonesiaan disebut manusia Indonesia seutuhnya," kata Menaker Hanif.

    Lebih jauh Menaker Hanif menjelaskan secara keseluruhan, bangsa Indonesia memiliki sumber daya nasional yang baik dalam berinteraksi antar negara. Bahkan memungkinkan untuk memiliki posisi tawar yang strategis dalam percaturan kerjasama global. Dalam konteks kerjasama global tersebut Menaker mengatkan harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dari Sabang sampai Merauke.

    "Globalisasi, merupakan suatu keniscayaan, bahkan dengan potensi sumber daya nasional yang kita miliki, kita optimis dapat menghadapinya. Namun yang patut kita persiapkan dengan baik adalah globalisasi tersebut akan membawa perubahan terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

    Menaker Hanif pun menyakini globalisasi akan membawa perubahan terhadap tatanan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat sebagaimana telah disebutkan diatas. "Karenanya  perguruan tinggi Islam seharusnya mampu merumuskan serta mengaktualisasikan kembali nilai-nilai kebangsaan yang kuat dalam berinteraksi terhadap tatanan dunia luar dengan  tetap berpijak pada jatidiri bangsa," katanya. (rilis/adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Blog Tobasiana

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email