• Breaking News

    Saturday, October 29, 2016

    Saat Wahana Huygens Mendarat di Titan, Bulannya Saturnus

    Tobapos -- Saat wahana Huygens mendarat dipermukaan Titan pada tahun 2005, ia sempat berkominikasi dan mengirimkan data ke Bumi selama 90 menit sebelum kemudian mati. Namun dari waktu 90 menit tersebut cukup banyak hasil yang didapat.

    Saat ini ilmuwan sedang meneliti seperti apakah permukaan Titan (satelit alam terbesar planet Saturnus) itu. Untuk itu ilmuwan merekonstruksi bagaimana wahana Huygens mendarat di Titan dan didapatkan bahwa saat mendarat, wahana Huygens sempat melambung, meluncur, dan bergoyang setelah mendarat.

    "Sebuah data tentang peningkatan kecepatan menunjukkan bahwa kemungkinan probe mendarat di permukaan yang lembut/pasir basah," ungkap Dr. Stefan Schroder dari Max Planck Institute, dilaporkan infoastronomy.org.

    Data percepatan yang didapat tadi dibandingkan dan dianalisis dengan komputer untuk kemudian dibuat simulasinya. Ilmuwan berpendapat bahwa Huygen mendarat di atas permukaan lunak/lembut. Huygens sempat terjerembab dan menimbulkan lubang sekitar 12 cm di tanah Titan untuk kemudian memantul ke permukaan yang lebih datar. Setelah itu wahana tersebut melambat akibat gesekan dengan permukaan tanah dan ketika akan berhenti, Huygens sempat bergetar bolak-balik sebanyak lima kali dan diam 10 detik kemudian.

    Ilmuwan pada studi sebelumnya menyimpulkan bahwa Huygens mendarat di tepi danau hidrokarbon Titan. Selama ini beberapa ratus danau dan laut telah berhasil diamati oleh wahana cassini. Namun dengan suhu minus 179 derajat Celcius, Titan tidak memiliki air dalam wujud cair. Yang ditemukan berwujud cair yaitu hidrokarbon dalam bentuk metana dan etana. (adm)



    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email