• Breaking News

    Saturday, October 15, 2016

    Santri Pendekar Bentuk Paguyuban Silat

    Tobapos -- Para jawara pencak silat dor (open bar) Blitar Raya, Jawa Timur membentuk paguyuban Forum Pencak Door Blitar Raya dengan nama Paguyuban Pencak Dor Blitar Raya. Olahraga dan Beladri khas santri NU itu selama ini berlangsung alami tanpa ada koordinasi antar-kelompok latihan. Sehingga terkesan berdiri sendiri-sendiri dengan nama yang macam-macam.

    Namun mulai 17 September 2016 lalu, para pendekar pencak dor sepakat membentuk organisasi resmi dengan nama Paguyuban Pencak Dor Blitar Raya dengan Ketua Umum Agus Tri Setiyadi.

    Selain dalam rangka sebagai media selaturrahmi diantara para pendekar pencak dor, paguyuban ini juga sekaligus sebagai wahana pemersatu antara pendekar. Karena didalam organisasi ini bercokol beberapa pendekar kawakan dari NU yang sudah malang melintang di dunia pendekar pencak dor.

    Misalnya Mbah Satijan dedengkot Banser Blitar, Mohammad Shobiri, tokoh Pagar Nusa Blitar, Mohammad Kasani, tokoh pendekar pencak dor, Mohammad Mansuri  pendekar pencak silat dari Porsigal Blitar, H Moh.Yusuf pendekar asal Bangle Kanigoro.

    Selain itu, ada juga beberapa mantan petinju nasional juga ikut gabung dalam paguyuban yang bernaung  di bawah bendera Forum Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia ( FORMI) ini. Misalnya Stack Poncogati, Purnomo, dan lainnya.

    “Semua pendekar di Blitar hadir dalam pembentukan paguyuban ini. Termasuk para mantan petinju nasional,” ungkap Agus Tri, dilaporkan nu.or..id.

    “Untuk membuktikan bahwa  pencak dor ini sebagai olahraga para santri maka logo paguyuban, memakai gambar tali jagat khas NU. Lalu gambar pendekar dan latar belakang warna merah putih sebagai simbul nasionalisme pendekar bahwa NKRI harga mati,” jelas Agus.

    Ia menjelaskan, pencak dor merupakan olahraga beladiri santri yang berkembang di wilayah Karesidenan Kediri. Beberapa pesantren memiliki pendekar pencak dor. Misalnya Pesantren Lirboyo, Pesantren Kencong Kediri, Pesantren Kerjen Blitar, Pesantren  Modangan Blitar dan lainnya. H

    Hingga kini, tradisi ini masih berjalan baik dan hampir setiap malam minggu dalam satu bulan pasti ada pentas olahraga santri ini. Selain di wilayah Blitar, juga bisa bertempat di wilayah Kediri. Misalnya penyelenggaraan tanggal 25 September 2016 mendatang bertempat di Kecamatan Banyakan Kediri.

    “Bisa disaksikan para pendekar dari karesidenan Kediri akan tampil pada acara ini. Meski mereka bertarung di atas pentas. Nanti setelah sampai dibawah mereka bersahabat lagi sambil makan nasi yang disediakan oleh panitia,” ungkap Agus.  (adm)

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email