• Breaking News

    Friday, November 25, 2016

    Bantah Kabar Hoax Penganiayaan Habib Rizieq, Jenderal Gatot Yakin Asing Setir Isu Miring

    Tobapos -- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan demo lanjutan pasca-demonstrasi 4 November lalu, dirancang oleh pihak asing. Dia menyebut tujuan demo tersebut untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo.

    Gatot menduga ada keterlibatan pihak asing dalam membentuk opini sesat di masyarakat. Dia menyebut agenda itu untuk melemahkan Indonesia.

    "Demo penjarakan Ahok (4/11) itu karena hati nurani dan pemerintah sudah berikan instruksi. Tapi pasti ada demo lagi. Saya yakin didesain dari luar. Tujuannya tiada lain, diselubungi apa pun juga pasti tujuannya itu gulingkan RI 1," kata Gatot di hadapan gubernur seluruh Indonesia saat rapat koordinasi di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (24/11) dilaporkan cnnindonesia.com

    Gatot mengatakan tuntutan masyarakat pada Aksi Bela Islam II itu sudah dijalankan oleh pemerintah melalui Kapolri. Proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama terus berjalan. Bahkan kini Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut.

    Gatot menjelaskan, campur tangan pihak asing itu diketahuinya saat dirinya mendapat informasi miring, yaitu Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab dianiaya oleh oknum Kostrad.

    Namun ketika ditelusuri, informasi itu ternyata tidak benar. Dia menyebut isu palsu tersebut ternyata berasal dari media di Australia dan New Jersey, Amerika Serikat.

    Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini menuturkan, alasan pihak asing ingin memecah belah Indonesia karena negara ini memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Energi bumi itu sangat diminati asing.  (adm)


    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Blog Tobasiana

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email